Lagu-lagu Queen Mana Masuk Favoritmu?

Queen termasuk band yang legendaris. Banyak lagunya yang populer dan masih enak dinikmati hingga saat ini. Nah, sebelum aku membahas tentang film adaptasinya, “Bohemian Rhapsody”, aku ingin membahas lagu-lagunya yang populer dan lagu yang kusukai.

Dalam film “Bohemian Rhapsody” lagu-lagu populernya pun ikut tampil. Bahkan ada semacam konser paling akbarnya yang diadakan tahun 1985 untuk menggalang dana bantuan bagi Afrika.

Aku mengenal Queen sejak mulai remaja. Aku suka akan lagu-lagunya, suka akan gaya bernyanyi Freddie Mercury yang agak dramastis dan operatik. Juga suka dengan iringan gitar Brian May. Tapi Queen bukan jenis band atau musisi yang lagu-lagunya rutin kudengar setiap hari atau seminggu sekali seperti Slipknot, Padi, Hoobastank, dan Dewa 19. Mendengarkan lagu Queen kadang-kadang mendengarkan mood khusus.

Di kantorku ada Bude yang demen memutar lagu Queen cukup kencang. Dari “Radio Gaga”, “I Want to Break Free” hingga “We Are The Champion”. Dulu waktu masih kuliah di ITS Surabaya, aku juga aktif bergabung dengan paduan suaranya dan membawakan dua lagu Queen dengan iringan band, “Bohemian Rhapsody” dan “We Are The Champion”. Satu kata. Sulit. Kami latihan intens beberapa hari dan formasinya untuk sopran dibagi lagi menjadi sopran satu dan sopran dua untuk menjangkau nada-nada tinggi.

Yup dua lagu itu jadi berkesan. Aku jadi ingat kami harus latihan bernyanyi dengan berdiri selama tiga jam. Kemudian istirahat sejam dan dilanjut latihan lagi hingga tiga jam berikutnya. Total enam jam kami berlatih dalam sehari. Dan saat itu pelatihnya cukup tegas dan galak hahaha. Tak boleh berlatih sambil duduk karena suara bakal kurang maksimal. Tapi hasil latihan terbukti, kami tampil bagus, setidaknya banyak dapat tepuk tangan.

Queen dikenal dengan empat anggotanya, Freddie Mercury (vokalis dan pianis), Brian May (gitaris), Roger Taylor (drummer), dan John Deacon (basis). Mereka termasuk band yang produktif. Album pertama dirilis tahun 1973 dan hingga tahun 1991 ketika Freddie meninggal sudah ada 14 album studio dan berbagai album live. Ada satu album lagi yang dibuat setelah sang legenda meninggal, yaitu “Made of Heaven” dengan tembang beken “Too Much Love Will Kill You”

Di antara lagu Queen yang paling kusuka adalah “Who Wants To Live Forever”. Lagu ini menjadi theme song film “The Highlander” karena temanya yang pas yaitu sosok abadi.

Lagu ini megah. Di bait awal Brian May yang bernyanyi kemudian dilanjutkan oleh Freddie. Konsep video klipnya terlihat megah dan syahdu.

Tapi yang paling kusuka bukan versi Queen, tapi versi cover-nya. Ada beberapa penyanyi yang membawakan lagu ini dari Adam Lambert, Katherine Jenkins, The Tenors + Lindsey Stirling, Sarah Brigthman, dan Dune. Yang paling kusukai versi Dune. Sederhana, memikat, dan pesannya tersampaikan.

Siapa yang ingin hidup selamanya tapi orang-orang yang disayanginya dan menyayanginya telah tiada?

There’s no time for us
There’s no place for us
What is this thing that builds our dreams
Yet slips away from us?

Who wants to live forever?
Who wants to live forever?

There’s no chance for us
It’s all decided for us
This world has only one
Sweet moment set aside for us

Who wants to live forever?

“Under Pressure” menjadi tembang kedua favoritku. Aku suka banget akan intro dan bass line yang ikonik. Bahkan aku lebih suka musiknya daripada liriknya. Liriknya juga bagus tentang tekanan dan stress yang bisa membuat orang menjadi nekat dan berbuat hal-hal yang sebenarnya tak diinginkannya.

Lagu ini dicipta Queen bersama David Bowie. “Under Pressure” ditampikan bersama antara Freddie dan David Bowie. Lagu ini juga menjadi inspirasi Vanilla Ice dengan “Ice Ice Baby”-nya yang beken. Hingga saat ini “Under Pressure” menjadi lagu yang masih kusuka.

It’s the terror of knowing what the world is about
Watching some good friends screaming
‘Let me out’
Pray tomorrow gets me higher, high
Pressure on people, people on streets

Turned away from it all like a blind man
Sat on a fence but it don’t work
Keep coming up with love but it’s so slashed and torn
Why, why, why?
Love, love, love, love, love
Insanity laughs under pressure we’re breaking

“We Are The Champions” kusukai baris awalnya. Seperti keheningan ketika seseorang bekerja keras kemudian bait berikutnya adalah kejayaan ketika seseorang tersebut berhasil meraih harapannya. Musiknya indah. Megah dan menginspirasi.

I‘ve paid my dues
Time after time
I’ve done my sentence
But committed no crime
And bad mistakes 
I’ve made a few
I’ve had my share of sand kicked in my face
But I’ve come through

We are the champions, my friends
And we’ll keep on fighting ’til the end
We are the champions
We are the champions
No time for losers
‘Cause we are the champions of the world

“Bohemian Rhapsody” kusuka karena memang seperti opera dan liriknya tidak jelas. Lagu ini menurutku perlu mood khusus mendengarkannya. Aku sendiri sampai sekarang masih takjub bagaimana mereka membuat nomor ini dengan berempat. Sebuah karya masterpiece. Terobosan unik di masanya.

Liriknya sulit diterka maknanya. Kemungkinan mencampurkan pengalaman hidup Freddie yang pernah tinggal di India, Zanzibar sebelum kemudian tinggal di Inggris. Ia pernah merasakan menjadi pengungsi karena ada sebuah kerusuhan dan revolusi tahun 1964 di Zanzibar yang mengancam keturunan Arab dan India masa itu.

“We Will Rock You” ini penuh semangat dan cocok untuk membuka konser rock saat ini. Intronya sederhana dan menggugah dengan berderap dan bertepuk tangan. Sebuah karya ide Brian May yang jenius. Hampir sama dengan “We Will Rock You” adalah I Want to Break Free” yang dinamis dan energik.

Lagu-lagu lainnya aku suka tapi kurang berkesan untukku. Lagu-lagu tersebut ada yang kusukai karena liriknya, iringan musiknya yang menghibur, atau video klipnya yang menarik. Lagu-lagu tersebut di antaranya “Radio Ga Ga”, “Crazy Little Thing of Love”, “Love of My Life”, ” Another One Bites The Dust”, “Somebody to Love”, dan “I Am Going To Slightly Mad”.

Gambar: udiscovermusic dan BBC

~ oleh dewipuspasari pada November 17, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: