Kisah Penutup Star Wars yang Agak Mengecewakan dalam “The Rise of Skywalker”

Star Wars banyak memberikan teka-teki pada film ke-7 dan ke-8 yang belum tuntas dibahas. Penggemar Star Wars pun berharap kepingan puzzle terakhir disematkan dengan pas sehingga memberikan jawaban yang memuaskan. Sayangnya, alih-alih menjawab pertanyaan, Disney malah memberikan sebuah kejutan, namun malas memberikan latar belakang. Alhasil aku malah berharap film ketujuh hingga kesembilan Star Wars ini tak pernah ada.

Cerita dibuka dengan Kylo Ren yang makin mengganas. Ia menyerang banyak planet dan kemudian menemukan suatu benda bak GPS yang membawanya ke sebuah tempat misterius. Sebuah tempat rahasia bernama Exegol. Di sini adalah tempat bangsa Sith yang merupakan lawan para Jedi. Rupanya di sana ada musuh bebuyutan keluarga Skywalker. Palpatine. Entah bagaimana ia bisa kembali hidup karena pada episode VI, Luke Skywalker telah berhasil mengalahkannya.

Singkat cerita Palpatine menjadi ancaman serius. Belum lagi Kylo Ren (Adam Driver) bersama dark force-nya. Juga pasukan First Order yang kemudian berganti Final Order.

Sementara kekuatan pihak pemberontak kini bertumpu pada Rey (Daisy Ridley) yang sibuk berlatih. Luke Skywalker telah mengorbankan dirinya. Sedangkan Jenderal Leia Organa fisiknya telah melemah. Para sahabat Rey, Finn (John Boyega), Poe (Oscar Isaac), Chewbacca bersama para droid, BB-8 dan C-3PO yang mendapatkan pesan bahwa pasukan musuh bakal mengancam seluruh galaksi pun kemudian mencari cara menemukan tempat rahasia bangsa Sith untuk menghentikan Palpatine dan menghancurkan armada musuh yang masing-masing dilengkapi star destroyer (reaktor death star), senjata penghancur planet.

Berhasilkah Rey dan kawan-kawannya mengalahkan para musuh dan selamat dari maut?

Ulasan berikut mengandung spoiler. Berhati-hatilah.
Terus terang aku agak kecewa dengan film ini. Ekspektasiku terhadap film terakhir dari trilogi ketiga ini cukup tinggi. Tapi alih-alih penutup yang berkesan, filmnya malah biasa saja. Mungkin karena merasa agak kecewa, aku merasa malas menulis ulasannya. Tapi siapa tahu aku menulis ulasan ini dan kemudian dibaca oleh Disney hehehe, sehingga pendapatku dibaca hehehe.

Dari segi visual, pertempuran luar angkasa memang memanjakan mata. Demikian pula dengan bentang alam planet-planet non bumi beserta penghuninya yang unik-unik. Dengan teknologi CGI yang kian canggih, hal ini sudah dirasa tak asing untuk film-film fantasi dan fiksi sains.

Dari segi skoring juga ciamik. Musik tema Star Wars masih sama sejak dulu dan itulah yang bikin khas. Untuk divisi akting apik di beberapa pemain. John Boyega tampil apik sebagai kawan pertama Rey yang peduli dan sepertinya naksir kepadanya. Adam Driver sebagai Kylo Ren tetap tampil misterius dengan sikapnya yang mendua. Ia tetap labil. Sikapnya ini sukses membuat penonton sebal dan menganggap dirinya ‘anak manja’ sejak film ketujuh.

Chewbacca alias Chewy dan para droid tetap mencuri perhatian. Ada lagi beberapa karakter baru yang imut-imut juga reuni dengan sahabat lama Leia dan Chewy. Sedangkan Daisy Ridley sebagai Rey entah kenapa ekspresi dan gesturnya di beberapa adegan sama, tampak bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukannya sementara teman-temannya terdesak dan perlu pertolongannya. Atau mungkin skenarionya menuntutnya seperti itu.

Yang lemah dan bikin kecewa di sini adalah narasinya. Sepertinya J.J. Abrams merasa kecewa dengan film VIII sehingga alurnya terasa lompat antara film VII ke IX dan hanya memberikan beberapa landasan cerita VIII ke IX. Bahkan mungkin cerita VIII menjadi kurang penting di sini.

Ada begitu banyak teka-teki dan misteri yang dihadirkan di VII dan VIII terkait dengan asal-usul Rey dan alasan Ben menjadi Kylo Ren dengan beralih ke dark force. Jawaban pada VIII masih kurang memuaskan tapi penyelesaian di film penutupnya terkesan begitu saja. Penyelesaiannya tak mengejutkan meski menghadirkan sosok musuh seperti Palpatine.

Film ini dibuat lama dengan perjalanan kesana kemari yang kurang jelas maksudnya. Aku sampai hampir kehilangan minat ketika Rey lagi-lagi kayak orang bingung dan kemudian berada di planet antah berantah lainnya.

Rey ini memang ajaib. Dari pemulung menjadi heroine. Ia bisa semuanya dengan sekejab, mengemudikan pesawat, bertarung dengan light saber. Asal usulnya yang kemudian diungkap dalam film terakhir ini juga ajaib. Kok bisa orang tuanya blablabla hehehe rahasia.

Latar belakang kebangkitan Palpatine tidak tergali dengan baik. Ia seperti musuh yang seolah-olah kembali dimunculkan karena kehabisan ide cerita. Belum lagi dengan ratusan atau mungkin ribuan pesawat tempur. Wah darimana asalnya. Apakah itu riil atau sihir?

Penyelesaiannya mudah ditebak. Aku malah merasa filmnya berasa seperti Final Fantasy, terutama FF XV. Dan mungkin karena Star Wars telah menjadi bagian film Disney, maka tone film Star Wars tidak lagi terasa suram.

Oh iya kekecewaanku juga dikarenakan dengan dialognya yang beberapa di antaranya terkesan gimana gitu. Juga terjemahannya yang kurang enak, scavenger diterjemahkan pebangkai bukan pemulung.

Meski aku kecewa, aku masih memberikan skor lumayan, yaitu tujuh. Ya, setidaknya aku bernostalgia dengan masa kecil. Dulu sejak kecil aku suka dengan Star Wars dan ngefans dengan Luke sebelum beralih ke R2D2 dan Chewy.

Detail Film:
Judul: Star Wars: The Rise of Skywalker
Sutradara: J.J. Abrams
Pemeran: Daisy Ridley, John Boyega, Carrie Fisher, Mark Hamill, Ian McDiarmid, Oscar Isaac, Dohmnall Gleeson
Genre: Fantasi, fiksi sains, petualangan luar angkasa
Skor : 7.4/10
Gambar: IMDb

~ oleh dewipuspasari pada Desember 25, 2019.

2 Tanggapan to “Kisah Penutup Star Wars yang Agak Mengecewakan dalam “The Rise of Skywalker””

  1. Iya betul sekali, kurang gigit filmnya. Agak cheesy di ending. Mungkin lebih berkesan kalau semua tokoh dibuat mati semua seperti di Rogue One (yep sekecewa itu)

    • Hehehe waktu itu sebenarnya Rogue One penting dan ga penting ya ditonton, soalnya prekuel. Tapi aku menikmati nontonnya meski tahu penutupnya bakal sedih. Aku kecewa di IX soal latar belakang Palpatine yang bangkit lagi, tentang sith juga tak banyak dibahas dll. Cerita rasanya hanya berpusat pada pencarian jati diri Rey, juga sikap Ren yang labil. Tapi tema keluarga ini juga rasanya digarap nanggung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: