Tuntas Menyaksikan 20 Episode “Midnight Diner”

Akhirnya aku selesai juga menyaksikan serial Netflix berjudul “Midnight Diner”. Ada dua musim dengan total 20 episode. Aku suka masing-masing di antaranya. Aku membayangkan suatu ketika memasuki kedai semacam itu, yang buka tengah malam hingga pukul tujuh pagi. Wah sepertinya menarik.

Kedai tengah malam. Pengalamanku dengan kedai saat malam hari atau memasuki dini hari paling-paling di bandara. Tapi dulu aku pernah merasainya ketika di Surabaya. Saat itu aku dan dua kawanku dari Kediri dan tiba di Surabaya saat langit masih gelap. Kawanku kemudian mengajakku menyantap soto ayam. Rasanya sedap menyantapnya saat malam dan lapar.

Masa-masa ketika menjadi kuli tinta juga pernah kurasai bersantap malam. Tidak sehat tapi kami lapar. Aku dan beberapa kawanku menyantap nasi goreng lalu dilanjut bakmi godok. Ah senangnya masa itu badanku masih begitu ramping dan aku rasanya tak takut gemuk hehehe. Dengan kawanku lainnya, kami jajan bubur kacang ijo dan minuman hangat. Juga tak kalah sedap.

Dalam film “Midnight Diner” aku suka bagian pembukanya. Dikisahkan para pekerja berburu-buru untuk pulang. Tapi ada kedai yang malah baru buka tepat pukul 00.00. Ia menyajikan masakan semacam sup dengan daging dengan kuah miso. Ia juga menyediakan ramen dan soba.

Pengelolanya yang disebut master adalah pria paruh baya. Ia memiliki aturan tersendiri di kedainya. Ia akan membuatkan makanan apapun yang dipesan tamu asalkan ada bahannya. Ia juga melarang tamunya itu mabuk dan memberi jatah maksimal tiga botol minuman keras.

Rupanya tamunya banyak. Banyak di antaranya yang merupakan pelanggan. Mereka rupa-rupa, ada yang karyawan kantoran, tukang judi, pemilik perusahaan, pembuat gim, sutradara, aktor, hingga mereka yang terlibat dengan yakuza dan hiburan malam. Meskipun beberapa di antara mereka bekerja sebagai hostess dan ada juga yang stripper tapi lainnya tak ada yang merendahkan. Bahkan seorang pelanggan yang ditakuti pun rupanya baik dan peduli dengan nasib tamu yang berkunjung ke kedai tersebut. Ya mereka menjadi seperti keluarga.

Ketika aku menontonnya aku agak merasa aneh mengetahui penerimaan mereka kepada perempuan-perempuan yang bekerja paruh waktu di hiburan malam. Rupanya hal tersebut sudah umum ada yang bekerja sebagai model atau karyawan kemudian malamnya bekerja di bar, klub, bahkan wanita penghibur. Hemmm…mungkin karena lokasi kedai ini di Tokyo sehingga orang-orangnya lebih terbuka dibandingkan daerah lainnya.

Bagaimana dengan makanannya. Ada beberapa jenis masakan yang tak kukenal. Aku seperti mendapat ilmu baru. Tan-men, salah satunya. Rupanya ia semacam tumis sayuran dan daging.

Sebenarnya masakannya rata-rata sederhana, bukan jenis masakan yang terlalu kompleks. Tapi aku suka cara memasak dan menyajikannya. Cara si tamu menikmatinya juga menyenangkan, membuat lapar.

Jenis masakan yang disajikan di antaranya nasi omelette, egg tofu, hot pot, daging balur panir goreng (ham cutlet), nasi goreng ayam, dada ayam dengan keju, sayap ayam goreng, ramen plus kare, kitsune udon, dan masih banyak lagi. Bagian yang buatku pengin adalah hot pot yang berisi sayuran dan daging terkadang disajikan dengan mie. Sayap ayam gorengnya juga nampak nikmat.

Masakan yang aneh adalah nasi kepal dengan asinan plum. Nasi dikepal diberi lembaran nori. Nasi ini sebelumnya dicampur dengan asinan plum yang telah dipotong kecil-kecil dan dibuang bijinya. Hemmm kayaknya aneh, asam, asin gitu dan hanya dimakan begitu saja tanpa lauk.

Kalau misalkan ke kedai tersebut aku minta dimasakkan kepiting atau masakan laut. Kerang rebus saja rasanya pasti sedap, asal bukan kerang yang terpapar limbah seperti kerang Teluk Jakarta. Uh jadi ingat ini. Aku aslinya sedih dengan kondisi Teluk Jakarta yang pencemarannya parah. Lain kali deh bahas soal itu karena malam ini aku hanya ingin membahas masakan.

Kalau aku buka kedai aku ingin menjual krengsengan, rawon, semur, telur bali, penyet ikan pari, pecel tumpang, sayur tahu lombok ijo, kepiting pedas, sup kerang, udang goreng, bakwan jagung, perkedel, telur asin, mangut, cumi hitam manis, dan sebagainya. Wah ternyata banyak yang ingin kujual, atau yang ingin kusantap ya🤣😋.

Gambar: Netflix

~ oleh dewipuspasari pada Desember 26, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: