Kisah Alternatif Asal Usul Santa Claus Dalam “Klaus”

Apa yang Kalian ketahui tentang kisah Santa Claus alias Sinterklas? Cerita tentang kakek gemuk berjenggot dengan rusa kutubnya membagi-bagikan hadiah buat anak-anak ini memang dikenal di berbagai negara. Cerita asal-usul alternatifnya dibagikan dalam sebuah film kartun spesial yang dirilis Netflix sejak jelang Natal.

Dikisahkan ada akademi pos. Di sini para pemuda dilatih keras menggunakan merpati pos, membaca peta, mengangkut barang, berkuda, dan sebagainya, seperti militer. Salah satu murid di sini adalah dari keluarga kaya raya yang pemalas. Ayahnya adalah jenderal di sana. Ia bernama Jesper (Jason Schwartzman). Ia sebenarnya enggan belajar di sini dan memang kemampuannya paling payah. Hingga ayahnya tiba dan murka.

Si ayah merasa kecewa. Ia berharap anaknya dewasa tapi yang dilihatnya adalah pikiran anak-anak dalam tubuh pria dewasa. Ia yang memiliki suara dalam menentukan kebijakan di akademi pos pun menugaskan anaknya untuk menjadi petugas pos di sebuah daerah yang sangat jauh. Di daerah bernama Smeerensburg.  Ia ditugaskan mengurusi minimal 6.000 pos selama setahun. Jika tak berhasil maka semua hak istimewanya, apartemen, dan sebagainya akan dicabutnya.

Mau tak mau ia pun berangkat menuju daerah tersebut dengan kereta kecilnya. Tempatnya sangat jauh dan terpencil. Ia mengalami banyak kesulitan di perjalanan.

Tempatnya bekerja rupanya pulau kecil. Ia masih harus berlayar dan ketika melihat isi pulau ia merasa waspada. Pulaunya nampak suram dan bersalju tebal. Warganya brutal. Ia juga tak punya penginapan. Adanya adalah kantor pos bobrok yang juga menjadi tempat tinggalnya.

Hingga berhari-hari tak ada yang mengirimkan pos. Ia sampai bosan menjelajah. Ia bahkan membujuk anak kecil untuk mau mengirimkan gambarnya lewat pos. Tapi gagal. Saat-saat ia hampir putus asa ia melihat ada sebuah rumah di paling ujung pulau. Siapa tahu penghuninya mau mengirim surat?

Penghuninya orang misterius. Di tempatnya ada banyak mainan. Rupanya pemilik rumah adalah pria berbadan besar. Si petugas pos pun lari ketakutan. Tapi kemudian ia sadar tasnya jatuh dan mengambilnya. Isi gambar diambil si pria misterius tersebut. Ia lalu bersikeras agar si petugas pos mengantarnya ke rumah anak tersebut. Rupanya ia memberikan mainan kodok ketika si anak tidur lewat petugas pos. Kabar si anak mendapat mainan tersebar puas. Anak-anak pun lalu belajar menulis surat agar dapat hadiah dari pria bernama Klaus tersebut. Hingga si Klaus kehabisan mainan dan si petugas pos menemukan rahasia gelapnya.

Sebuah Kisah Alternatif yang Imajinatif

Awalnya aku agak malas menonton film ini jika melihat bagian awal-awal filmnya. Berasa film Tim Burton tapi versi lebih ceria. Karakter dan bentuk penampilan warga Smeerensburg  juga mirip. Tapi kemudian cerita mulai berubah dan menjadi menarik. Terutama ketika anak-anak mulai rajin menulis surat demi mendapat hadiah.

Dalam film ini diceritakan bahwa Santa Claus adalah rekaan dari Jesper.Ia yang membuat cerita-ceritanya dan menyebar. Tapi kemudian terjadi sebuah kejadian dan membuat situasinya menjadi magis. Menarik.

Tokoh Jesper dikabarkan canggung. Ia pemalas dan konyol tapi kemudian kepribadiannya berubah menjadi dewasa. Warga pulau tersebut juga kemudian terpicu oleh perubahan sikapnya.

Aku suka akan setting tempatnya. Ketika kucek di Google Maps rupanya tempatnya begitu jauh di atasnya Eropa Utara. Begitu jauh dan dingin. Di sana juga disebutkan tentang suku Sami, yang rupanya penampilannya seperti orang Eskimo. Mereka adalah suku dari Eropa Utara.

Ceritanya menarik, tentang kisah awal mula Santa Claus dari rekaan menjadi mistikal.

Detail Film:
Judul: Klaus
Sutradara: Sergio Pablos
Pengisi Suara: Jason Schwartzman, J. K. Simmons, Rashida Jones, Will Sasso, Neda Margrethe Labba, Sergio Pablos,  Norm Macdonald, Joan Cusack
Genre: Animasi, petualangan, keluarga, fantasi
Skor: 7.5/10
Gambar: Netflix, IMDb, GoogleMaps, dan researchgate

~ oleh dewipuspasari pada Januari 3, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: