Akhir Kisah Cinta Si Doel, Melegakan Bagi Sebagian Pihak

Kisah ini harus diakhiri, untuk kedamaian karakter di sekeliling Si Doel sendiri,
Juga bagi penonton yang masih setia menonton hingga saat ini.
Penggemar kisah si Doel membentang dari kakek nenek bapak emak,
hingga generasi anak-anak dulu yang telah dewasa

Film ketiga dari rangkaian kisah layar lebar si Doel termasuk yang dinanti-nanti. Studio yang memutar film ini sejak hari pertama penuh hingga jadwalnya pada hari berikutnya ditambahi. Bahkan pada akhir pekan pun penuh, terisi hingga barisan pertama ketika aku menyaksikan film ini pada sore hari. Animo masyarakat yang tinggi ini menandakan kisah si Doel ini dicintai. Tapi tentunya mereka juga berharap filmnya segera memiliki solusi dan syukur-syukur penutupnya menarik.

Cerita melanjutkan film keduanya, di mana Zaenab (Maudy Koesnaedi) terlihat begitu resah sejak kehadiran Sarah (Cornelia Agatha) bersama putranya, Doel (Rey Bong) ke rumah mereka. Ia kuatir Doel (Rano Karno) akan meninggalkannya dan kembali ke Sarah.

Di satu sisi ia juga merasa bersalah melihat sikap Sarah yang tetap baik dan ramah kepadanya. Ia seperti pihak yang mencuri si Doel dari istri yang sah. Tapi sebenarnya Zaenab tahu ini bukan salah dirinya, melainkan sikap si Doel yang selama ini tidak tegas. Ia membiarkan dua wanita yang mencintainya merasa terbebani oleh sikapnya. Ia menggantung mereka.

Cerita diperumit oleh kondisi Zaenab yang sedang berbadan dua. Takut mengalami keguguran lagi, Zaenab pun untuk sementara waktu kembali ke rumah ibunya hingga si Doel bisa memutuskan dengan tenang akan sosok wanita yang dipilihnya.

Di tempat berbeda Mandra yang kembali menjadi pengemudi ojek bertemu kembali gadis muda yang pernah numpang oplet tanpa membayar. Rupanya ia putri dari mantan kekasihnya dulu, Munaroh. Perasaan Mandra pun kembali berbunga-bunga.

Si Doel sendiri mengalami dilema. Ia mulai dekat dengan anak laki-lakinya yang menginap di rumahnya selama liburan. Ia juga merasa tidak enak ke Zaenab yang telah ikhlas menjadi istri sirinya selama ini. Di satu sisi Sarah menyarankan Doel untuk menandatangani berkas perceraiannya.

Siapa wanita yang akan dipilih Doel untuk menemani sisa hidupnya?

Sebenarnya jawabannya tidak sulit. Karena sejak awal film sudah ada beberapa petunjuk yang mengarah ke sosok tertentu. Tapi tentunya pilihan Doel ini kurang memuaskan bagi sebagian pihak.

Film ini relatif singkat, hanya sekitar 90 menitan. Porsi terbesarnya memang pada kisah cinta mereka bertiga, serta interaksi si Doel dan anaknya. Sedangkan Mandra hanya mendapat porsi yang tak banyak.

Dibandingkan film kedua yang relatif datar, film ini lebih hidup. Karakter dan chemistry antar pemain lebih berkembang.

Sarah nampak semakin matang, ia menjadi wanita yang lebih menjunjung sisi realistis daripada emosi. Sedangkan karakter Zaenab lebih menarik karena ia menunjukkan sisi berani. Ia juga melakukan tindakan yang menurutku terkesan manipulatif. Sementara itu, interaksi antara si Doel dan anaknya juga mulai terlihat cair.

Sepeninggal Benyamin kisah yang diangkat dari novel “Si Doel Anak Betawi” memang mulai tereduksi seolah-olah hanya tentang kisah cinta si Doel. Dalam trilogi ini yang jadi bahasan juga cinta segitiga itu melulu. Oleh karenanya bagi penggemar Mandra dan Atun maka akhir kisah mereka ya begitu saja. Atau siapa tahu ada lagi film khusus tentang mereka?

“Cerita yang berawal dari layar gelas menuju layar lebar ini pun usai. Tak semuanya puas dengan solusinya, tapi memang lebih baik berakhir kalau ceritanya hanya berpusat pada cerita segitiga”.

Detail:
Judul: Akhir Kisah Cinta Si Doel
Sutradara: Rano Karno
Pemeran: Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Mandra, Suti Karno, Aminah Cendrakasih, Salman Alfarizi, Rey Bong, Wizzy, Tonah, Maryati Tohir
Genre: Drama
Skor:7/10
Gambar: alinea, bombastis

~ oleh dewipuspasari pada Januari 30, 2020.

2 Tanggapan to “Akhir Kisah Cinta Si Doel, Melegakan Bagi Sebagian Pihak”

  1. Awalnya saya adalah tim Sarah, tp lambat laun menjadi tim Zaenab. Untuk ending aku tetap menikmati walaupun bnyak temen2 yg pada ngamuk gk terima hahahah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: