Si Kidut Junior Anak Si Mungil

Anak si Mungil kini sudah berusia hampir dua bulan. Ia kucing yang lincah. Hanya beberapa hari terakhir ia melemah karena sudah disapih oleh induknya. Namanya Kidut Junior.

Ya, Si Mungil sudah enggan menyusui anak pertamanya. Ia menyingkir jika si Kidut Junior menghampirinya untuk minum susu. Bahkan ia tak ragu menendang anaknya. Kasihan, padahal anaknya masih kecil.

Aku memberinya nama Kidut karena dari segi wajah dan sikap ia mirip sekali dengan kucingku yang telah meninggal bernama Kidut. Ia manis sekali. Suka menyambutku saat aku tiba. Aku merasa gembira.

Si Kidut melemah karena ia sudah tidak lagi disusui induknya. Aku pun memberinya makanan basah. Aku mengenalkannya dengan menaruhnya di jariku. Ia mengendusnya dan kemudian menjilati jari telunjukku. Lidahnya yang halus menyapu habis makanan tersebut.

Untunglah ia masih doyan makan. Ia suka sekali makan ikan rebus. Tapi aku masih resah karena ia nampak kurus, matanya kotor dan beberapa kali bersin.

Aku mencoba mengobatinya sendiri dengan obat tetes mata kucing, vitamin, dan susu kucing. Ia tak doyan susu kucing dan susah sekali memberinya obat tetes. Akhirnya kubawa ke dokter. Ia pilek dan berkutu. Ia kemudian diberi obat pilek cair, vitamin, obat kutu dan obat cacing. Aku diajarinya cara memberi obat dan vitamin ke si Kidut.

Kemarin cuaca gerimis. Aku pulang dari klinik berjalan kaki di tengah gerimis dengan keranjang plastik berisi Kidut. Si Kidut terlindungi. Ia nampak tenang kubawa berjalan sekitar satu kiloan, tak berontak seperti induknya. Ia memang kucing yang manis.

Hari ini aku merada lesu. Tetanggaku bercerita si Kidut kabur dari dalam rumah dan kemudian terserempet kendaraan. Mungkin ia bosan terkurung di dalam rumah. Kakinya kena. Aku merasa lunglai seketika.

Seusai rapat aku pun bergegas pulang. Si Kidut nampak pincang. Kasihan sekali. Aku menghiburnya dan mencoba menolongnya.

Kasihan si Kidut, aku menemaninya dan berharap ia segera pulih dari pilek dan luka di kakinya. Jangan lompat jendela lagi ya Kidut. Kamu harus banyak tidur, makan, minum obat, dan beristirahat sementara waktu.

Aku sayang Kamu, Kidut Junior🐱🐈

~ oleh dewipuspasari pada Februari 4, 2020.

6 Tanggapan to “Si Kidut Junior Anak Si Mungil”

  1. Semoga Kidut segera sembuh ya dan bisa bermain dengan lincah lagi. Sedih kalau lihat kucing sakit, apalagi masih kecil 😢

  2. Lohh aku lagi alamin ini juga, anaknya si memeng yang ga mau nyusuin karena lagi di sapih, terus anaknya jadi kurus banget. Persis banget ceritanya. Wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: