Sinar Matahari Sore

Sinar matahari sore hari ini terasa teduh. Ia masih bersinar terang tapi dengan cahaya yang tak menyilaukan mata. Dari jendela di samping meja kerjaku aku melihat pohon besar itu. Dedaunannya yang hijau masih bermandikan cahaya cahya surya menjelang petang.

Kontras dengan cuaca pagi dan siang tadi yang mendung dan sesekali gerimis. Sore hari ini sinar matahari menyapa riang. Ia seperti mengajakku untuk ke luar dari ruangan. Ayolah berhentilah bekerja atau mengetik tulisan, ayo berjalan-jalanlah berkeliling bermandikan cahaya. Ayo gerakkan badanmu, nikmati bergelimang sinar sore hari sebelum kegelapan menguasainya.

Aku hampir tergoda. Menatap pepohonan dan jalan panjang yang membentang, aku tergerak untuk berlari. Berlari kencang diiringi angin sepoi-sepoi dengan panorama kiri kanan pepohonan. Sungguh menyenangkan. Ah aku ingin melakukannya.

Tapi aku masih berdiam di kursiku. Jemariku masih lincah mengetik tulisan ini. Tulisan yang mengalir begitu saja dan tak kuketahui ujung pangkalnya. Di sebelahku ada separuh kopi susu di dalam mug yang harus kuhabiskan sebelum pulang.

Sore hari yang cerah. Jalanan bermandikan cahaya. Di sini terasa damai. Atau aku merasakan nostalgia itu? Dulu meja kerjaku juga berada di sebelah jendela. Aku suka sesekali melamun sambil menatap sesuatu dari balik jendela. Sesuatu itu bisa apa saja, pepohonan, jalanan, atau sesuatu yang nun jauh di sana.

Hanya berselang ratusan meter dari tempatku mengetik saat ini, jalanan dipadati oleh kendaraan. Ia tak lagi damai, suasananya berubah menjadi penat.

Aku melamatkanku laju jemariku mengetik. Aku menghela nafas. Aku ingin cepat tiba di rumah. Disambut oleh Kidut, Mungil, dan Nero, membersihkan rumah, dan melakukan pekerjaan rutinku lainnya.

Ya, pekerjaanku rasanya tak pernah berhenti meski jam kerjaku telah usai. Aku mungkin menyukainya karena itu menandakan aku bisa tetap sibuk dan produktif.

Oh, cahaya matahari teduh itu mulai meninggalkan dedaunan di pohon itu. Warna langit telah berubah. Ia tak lagi memberikan warna yang nyaman dengan warna langit sore yang ramah. Sepertinya memang aku harus bersiap untuk pulang.

gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Februari 27, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: