Bagaimana Menulis Hanya dalam Waktu 30 Menitan?


Ketika kita telah memiliki ide maka menulis selama 20 menitan akan terasa cukup. Tapi bagaimana jika pikiran kita sedang penuh dan kemudian kita diminta menulis apa saja dengan hanya kurun waktu 30 menitan?

Aku pernah menantang diriku sendiri. Aku membuat tenggat waktu setiap harinya pukul 24.00. Kadang-kadang aku hanya punya waktu kurang dari 30 menit untuk memikirkan ide, mencari gambar hingga mengunggah tulisan. Dan rupanya bisa.

Tulisan ini sendiri kutulis kurang dari waktu tigapuluh. Tapi karena aku sudah punya ide apa yang akan kutulis, rasanya jadi mudah.

Sebentar lagi akan kubagikan tips kepada Kalian agar bisa berlatih menulis cepat. Jika sering dilatih maka Kalian juga bisa menulis secara sprint sepuluh menitan.

Yang pertama, tak ada sesuatu yang instant. Ada yang berlatih ratusan hingga ribuan jam hingga bisa mahir seperti saat ini. Aku memulai menulis sejak belasan tahun silam tapi hingga saat ini kurasakan tidak semua tulisanku mencapai standarku sendiri, ada yang nampak asal-asalan, selintas kejar setoran, kurang rapi banyak typo, dan sebagainya.

Ya, kemampuan menulis akan meningkat seiring jam terbang dan juga kebiasaan membaca. Kedua hal ini saling berkaitan, antara kemampuan menulis dan hobi membaca. Dan akan semakin baik jika diikuti dengan kegemaran lain seperti hobi mendengarkan musik, menonton, bermain bola, berolah raga, atau menonton siaran berita. Intinya kemampuan menulis juga berkaitan dengan pengetahuan dan sensitivitas yang dimilikinya. Sensitivitas di sini bermakna ia memahami dan merasakan perubahan di sekelilingnya.

Untuk itu berlatihlah menulis setiap harinya. Sediakan waktu kapan yang pas untuk menulis. Misalkan Kalian ingin melakukannya setiap usai makan siang atau ketika pagi hari sebelum matahari terbit. Pilih waktu yang Kalian sukai. Syukur-syukur dapat menemukan ruang kerja yang nyaman.

Lalu mulailah menulis. Tuangkan apa saja yang ada di pikiran Kalian. Apabila yang ada di pikiran Kalian adalah kesan terhadap makan siang yang baru Kalian santap maka ceritakan. Anggaplah Kamu sedang ditanya oleh kekasihmu atau ibumu, makanan apa yang Kamu santap pada saat makan siang.

“Nasi hangat, sayur asam, dan ikan peda serta sambal tomat. Makanan ini nampak sederhana. Tapi ketahuilah makanan ini mampu membuatku merasa begitu senang dan bahagia. Pertemuan antara sesuatu yang hangat, segar, gurih, pedas, dan sedikit asam…”

Biarkan ceritamu mengalir. Jangan interupsi. Jika ada salah kata, typo biarkan dulu. Menulislah hingga Kamu rasa cukup dan merasa puas. Lalu perhatikan tulisanmu. Cek apa saja yang terasa kurang. Mana saja yang typo dan sebagainya. Berikan tanggal dan waktu di tulisan tersebut dan simpanlah.

Lakukan berikutnya pada hari yang sama dan waktu yang sama. Jika hari ini sedang tidak ada mood nanti beri catatan di bawah tulisan tersebut. Tapi upayakan terus menulis.

Setelah seminggu perhatikan tulisan-tulisanmu tersebut. Adakah peningkatan kualitas tulisan, penambahan diksi, kemahiran bertutur dan sebagainya. Jika tidak segan, bertanyalah ke orang yang Kalian percaya akan memberikan penilaian dengan subyektif.

Dulu aku punya dua kawan yang memberikan penilaian tajam. Mereka menghujaniku dengan komentar kasar. Waktu itu aku merasa marah, kesal dan ingin menangis ketika membacanya. Tapi setelah itu aku merasa tercambuk untuk terus berlatih menulis. Memang kritikan tidak enak dibaca, tapi ia bisa menjadi pengingat agar kita terus berlatih dan mengasah diri.

Lakukan kebiasaan tersebut setiap harinya. Jika Kalian merasa sudah mahir maka berikan tantangan menulis seperti menulis setiap hari di blog selama seminggu atau menulis bebas selama satu jam dan sebagainya.

Jika Kalian mengikuti tantangan menulis 30 menit maka cobalah untuk jujur. Siapkan alarm dan pastikan Kamu berhenti setelah 30 menit. Jika Kamu belum bisa membuat tulisanmu selesai dalam kurun waktu tersebut maka buatlah tulisan yang lebih pendek atau lebih sederhana. Berlatihlah terus-menerus.

Tantangan menulis cepat akan membuat Kalian berani untuk menulis spontan. Ini akan terasa sensasinya dibandingkan dengan menulis terencana. Keduanya punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Cobalah sesekali menulis spontan. Menulis dalam 20 menit, 10 menit atau bahkan lima menit. Lalu ceritakan pengalamanmu.

~ oleh dewipuspasari pada April 11, 2020.

16 Tanggapan to “Bagaimana Menulis Hanya dalam Waktu 30 Menitan?”

  1. Terimakasih untuk tulisannya, panjang umur untuk hal2 baik yang terus dibagikan, seenggaknya aku jadi ada bacaan yan lebih baik di setiap harinya, yah sembari nunggu kemampuan yang masih terlampau jauh buat dibagikan ke orang lain,.

  2. Amazing, 😁
    Realita banget.. πŸ™‚

  3. kemarin saya nulis 30 menit juga, ngalir aja, langsung posting. Gak ngecek lagi, pas udah jadi baru cek postingan tadi ternyata gak ada typo haha, cuman kebetulan bagus aja, ngalir ama nyambung terus, kaya orang pidato sih jadinya.

    Kekuranganya, kalimatnya kaya belom mateng, ama kurang efektif aja, kurang singkat.

    Makasih mbakbro tulisannya ngebatu pisan euy, buat ane ini infonya bermanfaat banget.

    • Hehehe biasanya memang gitu. Aku sudah beberapa kali kayak gitu, langsung unggah saja. Setelah dibaca lagi baru terasa kekurangannya.

      • iya kelebihannya cepet doang ya, haha. Sambil latihan aja sih.

        • Sebenarnya ada kelebihan menulis cepat dan spontan. Yang pertama melatih mencari ide dalam waktu terbatas; mengukur kemampuan kecepatan kita dalam menulis. Misalnya dalam waktu 30 menit rata-rata kita mampu menulis 200-300 kata, maka jika ingin menulis 500 kata maka diperlukan waktu sekitar 1 jam. Manfaat lainnya melatih disiplin menulis meskipun saat itu kita malas; dan mengetahui emosi atau kondisi kita saat itu. Menulis dengan rasa kecewa, marah, sedih, atau netral memiliki rasa yang berbeda.

          • Oh gitu ya, iya2 bener2. Saya juga kalo baca postingan yang dulu, waktu ngaggur, waktu sedih ditinggal ayah, waktu senang, waktu kerja, waktu begadang, ama lagi bosen kerja, bosen nulis tapi maksain nulis eh beda2 moodnya, ngaruh ke tulisannya juga mbakbro.

            Makasih dah berbagi sekali lagi haha, gak sia2 baca, komen, like blog kamu mbakbro hehe.

  4. Kak ajarin aku nulis

  5. Aku betah banget main di blog ini. Konten2nya menarik, bersahaja, sederhana, tapi relatable bangeettt
    Makasiii ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: