Ayam Goreng

Aku melihat ayam utuh di depanku. Aku lupa meminta abang penjual ayam untuk memotong-motongnya kecil-kecil. Aku menatap ayam tersebut lekat-lekat dan kemudian memutuskan untuk memotongnya dengan pisau besar yang tajam. Ah akhirnya pisau tersebut kupakai juga. Kukerahkan tenagaku untuk memotong ayam. Sebagian sudah kupotong, sebagian lainnya masih utuh. Aku menyiapkan panci dan merebusnya.

Aku tak begitu suka ayam. Mungkin karena alasan itulah aku tak pernah menguasai cara memasak dan mengolah ayam. Ayam goreng buatanku tak konsisten, kadang lumayan, kadang sungguh tak enak, bumbunya terasa kurang lengkap. Untuk itulah aku mengandalkan bumbu jadi, selain kutambahkan irisan bawang merah, bawang putih, serai dan daun salam. Ayam itu rencananya kuungkep dan sore nanti baru kugoreng.

Ah aku masih malas memasak. Mending ayamku kubiarkan dulu. Aku mengerjakan dulu tugas analisaku. Aku pun masuk kamar dan mencoba untuk fokus mengerjakan tugasku. Hingga aku mendengar sesuatu.  Ada bunyi yang jatuh. Aku pun bergegas ke dapur.

Bagian dapur terasa ada yang tidak benar. Tutup panci rebusan itu jatuh. Aku pun mengintip kondisi ayamku. Ayam kecil-kecil masih ada. Tapi ayam separuh sudah lenyap. Aku mencarinya. Menghilang. Kok bisa?

Aku tahu…aku tahu pelakunya. Siapa lagi kalau bukan Cak Nero. Ia muncul dari kolong meja dengan masih lidahnya masih asyik menjilat-jilat. Nero langsung kutangkap dan kuinterogasi. Nero, Kamu apakah ayamku? Ke mana ayamku Kamu bawa pergi?

Nero sudah ketakutan. Ia tahu ia bersalah. Kupingnya nampak lemas. Ia sudah siap untuk dimarahi, dijewer, atau dihukum lainnya. Nero lapar dan hanya ingin makan ayam.

Sisa ayam separuh itu masih ada. Tinggal tulang dan sedikit daging mengelilinginya. Nero benar-benar makan banyak. Makanya ia nampak puas. Aku merasa geram. Tapi Nero nampak begitu memelas. Ia kucingku yang paling suka ayam.

Aku jadi merasa mood-ku jelek gara-gara ayam. Lain kali beli ayam siap goreng saja, daripada capek-capek memotong dan membumbuinya. Ayam yang tersisa pun kugoreng, namun kulahap dengan malas.

gambar dari sehatq

 

~ oleh dewipuspasari pada April 20, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: