Diburu Tenggat Waktu

Dikejar-kejar tugas itu seram. Sudah hampir seminggu ini aku susah tidur karena ada banyak tugas yang belum selesai kulakukan. Ada tugas kantoran juga tugas kuliah yang masih menumpuk. Duh tidak enak, aku harus segera menyelesaikannya satu-persatu. Tentang tenggat waktu, semalam aku dikejar-kejar dengan tenggat waktu penerbitan majalah komunitas, KO-Magz. Wah sudah tiga hari ini aku begadang menyelesaikannya. Punggungku mulai pegal dan mataku mulai bengkak hahaha. Tapi setelahnya lega luar biasa.

Ada lebih dari 30-an artikel untuk majalah perfilman edisi kali ini. Separuh sudah dibantu dua orang rekanku untuk mengedit. Setidaknya sangat membantu daripada ketika kukerjakan semuanya sendirian. Tapi bagian paling menyita waktu dan melelahkan adalah menatanya. Kadang jumlah tulisannya kebanyakan, kadang-kadang terlalu sedikit sehingga harus kusiasati dengan gambar-gambar. Desain covernya juga bingung. Rekanku mengusulkan gambar bioskop tutup dan kemudian nonton di rumah. Aku bingung menerjemahkannya. Dua gambar dalam satu cover juga tak umum. Akhirnya kucari cara gampangnya. Sudah diburu waktu akhirnya cari cara yang praktis.

Baru sekitar pukul 21.00 aku selesai mengerjakan majalahnya. Duh leganya. Tunggu tugasku hari ini belum selesai. Ada dua artikel yang wajib kusetorkan malam ini. Satu artikel tentang oleh-oleh yang diminta oleh komunitas jalan-jalan Kompasiana. Aku sudah berjanji untuk ikut serta, jadinya mau tak mau ikut menulis. Untuk artikel ini sudah kubuat sebagian besar tulisannya, cuma aku belum punya foto. Akhirnya pakai foto lama. Artikel ini kupublikasikan pukul 22.30. Aku tinggal punya waktu satu setengah jam untuk menulis dan menyeleksi foto tentang masjid.

Gara-gara sering berpindah-pindah laptop akhirnya banyak file gambar yang entah kemana. Duh sedihnya ketika foto itu lenyap. Aku pernah hampir nangis ketika hapeku rusak dan file foto di dalamnya tak terselamatkan.

Karena lelah sudah tiga harian kurang tidur aku pun baru mengerjakan artikel terakhir pukul 23.00. Aku ngebut dan baru selesai menulis pukul 23.45. Kurang 15 menit sudah habis waktunya. Aku selamat hehehe.

Sudah memasuki dini hari. Sepertinya aku menunggu Subuh baru tidur, takut keblabasan tidak sahur. Oh iya Kalian bisa baca majalah film gratis itu di sini. Selamat membaca kawan-kawan.

Gambar: pixabay

 

~ oleh dewipuspasari pada Mei 1, 2020.

2 Tanggapan to “Diburu Tenggat Waktu”

  1. jujur saya juga sering mengalami masalah yang sama, suka menunda pekerjaan ahirnya kelabakan wkwkwk

    • Hehehe diburu adrenalin lebih seru kali ya. Sebenarnya aku sudah mencicil agak lama untuk edit dan lay out majalah. Tapi karena masih ada pekerjaan lainnya, jadinya awal-awal belum masuk prioritas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: