Liebster Award (Kelanjutan)

Terima kasih kepada mba Ami yang beberapa hari lalu menominasikanku dalam Liebster Award. Blog dari mba Ami Jasmine di sini. Terima kasih banyak mba Ami atas apresiasinya. Kemarin aku belum membaca baik-baik ketentuan Liebster Award. Nah berikut rangkuman tentang penghargaan blog tersebut dan kelanjutan artikelku yang kemarin.

Berdasarkan asal katanya, yakni bahasa Jerman nama “Liebster Award” berarti yang tersayang dan terkasih. Penghargaan ini diawali tahun 2011. Tujuannya yakni mempromosikan blog dan meningkatkan hubungan sesama blogger. Sekilas memang mirip surat berantai tapi dalam artian positif.

Nah ada ketentuan bagi mereka yang dinominasikan seseorang untuk menjelaskan aturan dan memenuhi ketentuannya. Ada enam aturan utama yakni:
1. Sebutkan blog dan blogger yang menominasikan dirimu. Lalu tampilkan penghargaan tersebut.
2. Jawab 11 pertanyaan yang disampaikan oleh blogger. Ini ada yang menyebutkan enam saja cukup. Tapi rata-rata artikel blog tahun 2020 menyebutkan ada 11 pertanyaan.
3. Berikan 11 hal tentang dirimu secara acak
4. Nominasikan 11 blog untuk nominasi ini. Di beberapa artikel ada yang menyebutkan 6, ada juga yang menyebutkan maksimal 11 blog. Ada juga yang menambahkan maksimal 200 follower. Hemmm aku ngikut 11 blog deh dan tidak ada batasan jumlah pengikut blog tersebut.
5. Beritahukan ke blog tersebut Kamu menominasikannya
6. Berikan mereka 11 pertanyaan unik.

Dari enam ketentuan tersebut aku baru melakukan nomor satu (belum dengan gambar penghargaan) dan nomor dua. Empat lainnya belum kulakukan. Oke aku akan penuhi empat tantangan lainnya.

Oh iya ada di atas gambar penghargaannya. Ini menurutku jenis penghargaan seru, dari blogger untuk blogger. Selain lebih mempererat hubungan di sesama blogger.

11 hal tentang diriku untuk memenuhi tantangan ketiga:
1. Percaya kepada alien dan makhluk ajaib.
Sejak SD aku tertarik dengan keberadaan mereka. Membaca majalah dan buku tentang peninggalan sejarah yang berkaitan dengan mereka dan makhluk ajaib di dunia, juga percaya akan starchild dan keberadaan ras alien di dunia.

2. Suka sekali dengan “The X-Files”.
Aku dulu begitu ngefans dengan Fox Mulder dan Dana Scully hingga berburu majalah, buklet, poster, album soundtrack, dan nonton filmnya di bioskop meski hujan deras. Lebih suka dengan tema supranatural dan konspirasinya daripada tema alien pada serialnya. Episode tentang golem dan calussar masih kuingat hingga sekarang.

3. Mudah berteman dengan orang asing. Beberapa kali aku dapat tumpangan gratis dari sesama penumpang hingga pengemudi taksi. Waktu itu aku dijemput oleh pengemudi taksi yang kutumpangi sebelumnya dan ia mungkin tahu duitku sudah tak seberapa maka ia menggratiskan ongkos perjalanan. Aku sampai bengong ketika diturunkan persis di kantor dan pengemudinya bilang tidak perlu membayar. Ia kemudian melaju pergi dan juga tak meminta nomor hapeku. Aku tak tahu namanya. Apabila ia membaca tulisanku ini aku ingin mengucapkan terima kasih. Lokasi narasumberku di Surabaya Barat saat itu memang sulit diakses angkot karena masuk area kompleks mewah. Pengemudi taksi itu sangat membantuku.

4. Sahabat fauna
Aku ingin bersahabat dengan hewan-hewan kecuali yang menjijikkan dan menakutkan. Ketika ada berita kebakaran hutan aku merasakan penderitaan mereka dan menangis karenanya. Untuk itulah aku suka banget Dinotopia di mana di situ dikisahkan hubungan yang harmonis antara manusia dan para makhluk purba. Aku ingin bersahabat dengan gajah, serigala, singa, dan lumba-lumba.

5. Ingin menjadi heroine daripada sang puteri
Dalam kisah-kisah fantasi dan petualangan, aku tertarik untuk menjadi sosok pahlawan wanita (heroine) daripada menjadi puteri yang diselamatkan. Selain tangkas bertarung, ia juga ahli dengan ilmu sihir seperti dalam kisah-kisah “Final Fantasy” dan “The Lord of The Rings”.

6. Bermimpi tentang permainan video game
Gara-gara dulu suka banget dengan gim “The Legend of Zelda” dan “Ninja Gaiden” maka ceritanya masuk ke mimpiku. Aku mimpi dikejar-kejar tengkorak raksasa, hantu di “The Legend of Zelda”, dan memasuki kawasan yang menyeramkan seperti era purba yang penuh dengan monster berukuran besar.

7. Agak ragu sebagai INFJ
Sebenarnya aku agak ragu dengan tes MBTI karena hasilnya bisa berubah-ubah. Beberapa kali mendapat hasil INFJ-a tapi kadang-kadang juga berubah. Kalau membaca deskripsi tentang INFJ-a memang sebagian besar penggambaran deskripsi karakternya mirip. Begitu juga dengan sisi gelap dari INFJ, yaitu ‘door slam’ alias menutup diri ke orang-orang yang beberapa kali menyakiti perasaan.

8. Kecewa dengan beberapa band rock
Aku menyukai musik rock dan klasik. Ada beberapa lagu yang dulu begitu kutunggu kehadirannya hingga rela ngendon di kamar kos dari pukul a hingga pukul b. Bahkan dulu rajin bangun dini hari hanya demi menyaksikan video klip “Rooftops”. Ketika tahu vokalisnya melakukan hal keji aku merasa sakit hati. Beberapa personel band rock bikin kesal tapi aku tetap menyukai lagu-lagunya.

9. Lagu membantuku berimajinasi
Aku suka mendengar lagu dan membayangkan situasinya. Lagu romantis bikin aku senyum-senyum sendiri. Lagu rock bikin aku bersemangat.

Lagu Lisa Loeb berjudul “Someone You Should Know” bercerita seorang gadis yang sepertiku. Aku suka musik dan liriknya. Sebagian lirik menggambarkan situasi yang pernah kuhadapi.

Who do you think you are?
You’re talking so loud
You bury the sound
Of your heart that’s singing out

And where do you want to be?
On top of the world
But you’re just a girl
Who forgot what it’s like to dream

Leave everything behind
But you’re so tired
One day you might open up your eyes and find

What you’ve got isn’t what you wanted
What you need just happens to be
What you’ve got isn’t what you wanted
What you need just happens to be
Someone you should know

10. Ingin membatalkan rencana gara-gara ketakutan tapi kemudian menjadi pengalaman indah
Beberapa kali aku melakukan perjalanan solo. Melakukan perjalanan ke Sumbawa seorang diri atau ke Bali lewat jalur darat dengan naik kereta lanjut naik kapal dan bus secara sendirian. Aku ketakutan ketika berangkat dan ingin membatalkannya. Tapi kemudian aku menyesapi adrenalin itu dan kemudian menyadari bahwa aku cukup tangguh.

11. Suka Sendirian atau Bersama Kelompok Kecil
Aku tak begitu suka keramaian kecuali ketika menyaksikan konser rock. Jika kemana-mana aku lebih suka sendirian atau bersama kelompok kecil yang akrab. Ketika sendirian aku bisa mengukur seberapa tangguh diriku menyesuaikan diri dengan situasi. Bersama kelompok kecil aku merasa jadi bagian mereka dan bisa menjadi diriku sendiri. Aku tak perlu ragu bersikap konyol.

Tantangan ketiga sudah. Tantangan keempat yaitu 11 nominasi blog besok saja deh. Kupilih yang sering maen ke blogku saja deh hehehe biar mudah.

~ oleh dewipuspasari pada Mei 11, 2020.

4 Tanggapan to “Liebster Award (Kelanjutan)”

  1. Aku juga suka X Files…memang seru-seru case nya

  2. seru banget ke Sumbawa seorang diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: