Belum Matang

Dengan alasan belum matang maka aku belum menuliskan ide tersebut. Ia ada dalam benakku, namun aku merasa tidak percaya diri untuk menuliskannya dengan alasan belum banyak referensi yang kumiliki. Aku menundanya. Aku terus menunda-nundanya.

Tema-tema kekinian memang menarik untuk ditulis. Biasanya tulisan semacam ini cepat hits. Kutip saja yang ada di berita sana dan sini. Lalu bubuhi dengan satu dua paragraf agar ada unsur ori.

Ia cepat hits tapi unsur originalnya minim. Ia hanya mengulang-ulang informasi.

Tapi tetap saja aku salut karena penulisnya mengikuti unsur kekinian. Ia pastinya mengikuti berita. Ia juga tampil sigap. Yang pasti ia mampu menghasilkan tulisan. Lebih bagus daripada aku yang hanya terpekur, menundanya, tak tahu di mana memulainya.

Daftar gagasanku tak kunjung berkurang. Ia malah menumpuk dan terus menggunung, menyesaki benak. Tumpukan utang gagasan itu malah membuatku terdistraksi, aku susah berkonsentrasi, memilih yang mana yang prioritas.

Ada kalanya aku berharap dapat memiliki kemampuan memanipulasi waktu. Seperti Hermione yang punya alat untuk memutar waktu agar ia mampu menghadiri dua kelas secara bersamaan. Omong-omong kenapa tindakan Hermione tidak membuahkan konsekuensi munculnya berbagai realitas?

Sepertinya pikiranku penuh. Aku harus segera membersihkannya. Ide-ide yang telah kuperam sebaiknya segera kusampaikan dalam wujud tulisan. Atau sebaiknya kutambahkan karbit saja biar gagasan tulisan itu cepat matang?

Gambar: pexels

~ oleh dewipuspasari pada Mei 13, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: