Cipong dan Opal

Cipong dan opal

Dua kucing ini baru lahir pada bulan puasa. Usianya kini sekitar tiga setengah bulan. Mereka sangat lincah dan doyan makan sehingga aku menyebut mereka masuk kategori captor alias kucing raptor.

Dari empat anak si Mungil hanya dua yang hidup dan sehat. Dua saudara Cipong dan Opal tak selamat, satunya hilang tanpa jejak setelah sakit dan lainnya tiba-tiba lemas dan kemudian keesokan harinya tak bergerak.

Aku senang dengan keberadaan dua anak kucing tersebut. Meskipun kadang-kadang aku merasa kewalahan. Mereka pandai sekali membuat rumah berantakan dalam sekejap.

Cipong itu wajahnya bandel. Ia punya tatapan mata jail dan hidung yang hitam. Ia sudah kumandikan beberapa kali tapi tetap saja hidungnya hitam hahaha.

Ia sendirian saja sudah nakal. Ia tak jarang bermain sendirian. Bermain kaleng, pensil, gorden, dan lainnya. Bahkan aku menjumpainya ia bermain dengan tank dan mobil-mobilan. Hahahaha tank dan mobil mungil yang biasanya jadi pajangan kemudian bergerak, dimainkan oleh Cipong, lalu Opal tertarik. Keduanya bermain bersama.

Aku lebih sering kesal terhadap Cipong daripada Opal. Mungkin karena Cipong sudah kelihatan nakal. Sementara Opal nampak manis. Nampak kalem dan manis. Bahkan keponakanku langsung menyukainya. Ia mudah akrab dengan orang dan ia memang sungguh manis.

Cipong dan opal

Tapi Opal sebenarnya juga nakal dan tamak. Ia tak takut merebut makanan si Nero yang ukurannya jauh berlipat-lipat darinya.

Opal pendek dan mungil. Badannya kalah dengan saudaranya. Padahal makannya banyak.

Ia sebenarnya juga nakal. Ia suka mengganggu Kidut yang sedang tidur. Ekornya dimainkan. Ia juga mulai belajar memanjat pohon.

Hanya wajahnya yang manis menyembunyikan kelakuannya. Ia tak nampak nakal dan rakus.

Gara-gara aku pusing dengan ulah dua captor ini akhirnya selama dua hari ini aku memenjara mereka di kandang setiap malamnya. Sekitar pukul 21.00-22.00 mereka harus masuk kandang dan kubuka paginya. Di kandang sudah kusediakan makanan dan minuman juga alas tidur. Awalnya si Opal terus protes dengan mengeong-ngeong. Akhirnya ia bisa tidur nyenyak juga.

Kalau mereka lagi rukun ah manis sekali. Tak terlihat kalau mereka itu salah satu biang keonaran.

Cipong dan opal

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 14, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: