“The Perfect Date”, Tentang Aplikasi Teman Kencan Sewaan

The perfect date

Drama romantis masih disukai, terbukti dari banyaknya film dengan genre ini yang diproduksi. Rata-rata ceritanya klise dengan rumus yang umum, tapi entah kenapa film semacam ini tetap asyik untuk disimak, termasuk “The Perfect Date”

Film ini dibintangi oleh Noah Gregory Centineo yang beken lewat film berjudul “To All The Boys I’ve Loved Before”. Di sini ia kembali menjadi anak SMA.

Melihat pemerannya si Noah aku jadi tertarik menyaksikan film ini. Pasalnya akting Noah di film sebelumnya juga apik.

Dalam “The Perfect Date” karakter Noah tak berbeda jauh dengan film sebelumnya, sebagai Peter. Ia tetap menjadi sosok remaja pria yang protagonis. Seorang pemuda pintar dan rajin bernama Brooks Rattigan.

Brooks sedang berusaha keras menyusun esai untuk mendaftar di Yale. Menurut konselor, isi esainya masih kurang menonjol. Ia perlu hal yang menarik, bukan hanya prestasi akademik.

Brooks pun kemudian menyusun rencana bersama sahabatnya, Murphy (Odiseas Georgiadis) untuk mencapai mimpinya ke kampus impian. Tapi untuk ke Yale ia perlu duit banyak. Karena sebelumnya pernah sukses sebagai teman kencan sewaan maka keduanya membuat aplikasi kencan. Rupanya Brooks laris sebagai teman kencan berkat pembawaannya yang supel.

Noah centineo

Sementara itu teman kencan yang pernah menyewanya, si sarkastik Celia Lieberman (Laura Marano) kembali menyewanya untuk mendekati sosok pria incarannya Franklin (Blaine Kern III). Brooks pun setuju karena ia tertarik dengan teman sekolah Celia, si cantik Shelby (Camila Mendes). Apakah Brooks berhasil meraih impiannya ke Yale?

Ini kedua kalinya aku menyaksikan film Noah Centineo dan kedua kalinya aku menyaksikan film remaja tentang menyusun esai untuk melamar ke universitas bergengsi. Rupanya sistem penerimaan mahasiswa di sana berbeda dengan di Indonesia.

Di sana selain nilai akademik, yang sangat menentukan adalah kualitas isi esai. Wah kalau di Indonesia mungkin masih susah diterapkan karena di sekolah-sekolah jarang ada kebiasaan menulis. Di beasiswa sekolah yang diselenggarakan oleh alumni angkatan, kami sudah menerapkan syarat esai sekitar lima tahun terakhir ini. Bukan esai yang diksinya bagus atau isinya yang penuh prestasi, namun cara ia menjelaskan kegiatan atau mimpinya itu yang rata-rata menarik. Ada sesuatu yang membedakan antara seseorang yang menulis dengan hati dan mereka yang menulisnya dengan ‘terpaksa’.

Oke kembali ke cerita, ide membuat aplikasi teman kencan sewaan berbayar ini menarik. Di sini pria sewaan bisa diajak sebagai teman kencan pura-pura, membuat pacar cemburu, diajak ke pameran dan sebagainya. Ya, sifatnya rata-rata hanya menemani, bukan teman kencan ‘dewasa’.

Bagian ketika Brooks mengubah kostum dan karakternya ini yang menarik. Ia cepat berganti penampilan dari dandanan rodeo, pria kutu buku, dan sebagainya. Hubungan bromance-nya dengan Murp juga asyik, meski Murp di sini digambarkan sebagai remaja gay.

Sementara hubungannya dengan Celia yang manis, asam, pahit, juga menarik meski kemudian kelanjutan hubungan keduanya bisa diprediksikan. Agak klise. Tak jauh-jauh dari rumus drama romantis remaja pada umumnya.

Oh iya di sini pemeran Celia si Laura Madano mirip sekali dengan Winona Ryder ketika masih muda. Terutama ketika ia mengerling dan tersenyum.

The perfect date
“Cerita yang standar dan mudah dicerna. Noah kembali jadi sosok pria yang sederhana dan memikat”. Skor 7/10. 

Gambar: IMDb/Netflix

~ oleh dewipuspasari pada September 7, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: