Kisah Cinta dengan Alur Janggal dalam “Malik & Elsa”

Malik dan elsa
“Malik & Elsa”. Aku tertarik menyaksikan film ini karena ada Endy Arfian – salah satu pemeran dalam “Pengabdi Setan” (2017) yang berperan sebagai Malik. Sinopsis singkatnya juga nampak menarik. Tapi ketika menyaksikannya di Disney Plus Hotstar beberapa waktu lalu aku jadi kecewa. Filmnya kurang bagus, baik dari sisi cerita, karakterisasi, dan akting. Oh rasanya sayang sekali membuang-buang kuota internet dan waktu untuk menontonnya.

Film “Malik & Elsa” berkisah tentang dua anak kuliahan dengan latar cerita di Padang, Sumatera Barat. Elsa anak orang kaya dan Malik anak perantauan yang bekerja serabutan di pasar.

Malik suka akan Elsa sejak hari pertama kuliah. Ia pun mencoba merebut perhatian Elsa dengan memberikan pertanyaan. Ketika ia merasa Elsa salah menjawab pertanyaannya, maka ia ‘menghukum’ Elsa dengan memintanya menraktirnya selama tujuh hari. Sejak itu keduanya makin dekat hingga muncul sejumlah halangan.

Dari sejak awal cerita aku bertanya-tanya kok ceritanya terlalu dibuat-buat dan terasa menggelikan ya. Pertanyaan dan hukumannya rasanya janggal, apalagi yang memaksa memberi hukuman itu adalah orang yang tak dikenal. Lalu kok bisa mau-maunya si Elsa menraktir orang, aneh. Jika ceritanya dibuat absurd seperti Dilan atau ‘Terlalu Tampan’ mungkin masih oke.

Karakter Malik juga dibuat tak konsisten. Ia digambarkan berasal dari keluarga sederhana. Ia harus bekerja keras untuk berkuliah dengan menjadi kuli di pasar. Tapi di film ini, ia terlihat lebih banyak bermain dengan Elsa ke pantai-pantai, daripada bekerja dan belajar hingga malam.

Cerita semakin ‘menjadi-jadi’ dengan adanya kelompok kakak senior yang sok merundung juniornya yang baru masuk kampus. Padahal sesi perkenalan maba sudah selesai. Sudah tidak jamannya lagi ah ada cerita seperti itu.

Ceritanya menurutku masih seperti FTV jaman dulu. Tapi cerita FTV pun sekarang makin banyak yang bagus. Dari segi cerita, karakter, akting, juga dialog rasanya tak bagus.

Yang bisa jadi poin plusnya hanya panorama pantai-pantai di Padang yang rupanya cukup banyak dan menawan. Skor film ini menurutku 5/10.

Gambar dari tirto/max pictures

~ oleh dewipuspasari pada November 4, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: