“Skin Ticket”, Tentang Hidup yang Terkungkung?

kandang

Akhir-akhir ini aku suka mendengarkan “Skin Ticket”. Lagu Slipknot ini ada di dalam album “Iowa”. ‘Skin Ticket” termasuk lagu yang kurang populer. Ia masih memiliki benang merah dengan tembang-tembang bernuansa ‘dark’ ala Slipknot dengan tema horor dan gangguan mental.

Seminggu tanpa Slipknot rasanya ada yang kurang. Jika ada yang menganggap musik cadas itu bikin rusak mental, maka perlu membaca penelitian terkini tentang efek musik dan karakter pendengar tiap-tiap genre musik.

Musik rock itu tak jauh beda dengan musik klasik, baik dari dampak dan karakter pendengarnya. Mungkin itu yang bisa menjelaskan mengapa dulu aku suka sekali mendengarkan musik-musik rock sambil mengerjakan soal-soal matematika.

Kembali ke “Skin Ticket”, tembang ini di bagian akhirnya agak mirip-mirip dengan “Iowa”, dari gaya bernyanyinya yang seperti bergumam dan tertawa sendiri. Suram dan terkesan seram.

Zero and zero is nothing but zero
Cancer and people conspire together
Running and running and going forever
Collected and sampled, starving for zero

Come see my cage built in my grain
Come see my cage built in my grain

Jika menilik liriknya, lagu ini bukan bertemakan tentang pembunuh berantai seperti tembang gelap Slipknot lainnya. Lainnya lebih ke gangguan mental, rasa depresi.

Sepertinya ada hal yang membosankan di kota tempat tinggal mereka. Meski sudah berupaya keras, kehidupan seperti itu-itu saja. Tak banyak perubahan yang terjadi. Mereka merasa terkungkung, tak bisa ke luar, tak ada tempat untuk pergi.

Kandang mungkin personifikasi dari tempat yang mengungkungnya. Ia terjebak di sana. Ketika lama-kelamaan ia terkurung, sebagian dirinya mulai lenyap dan ia menghibur diri dengan menciptakan istana rekaannya.

Tembang-tembang Slipknot memang sebagian liriknya tidak bersifat lugas, melainkan simbolik. Ada pesan-pesan dan makna di larik-larik liriknya, yang bisa dintepretasi banyak hal.

Memang hidup dalam kungkungan tidak enak, meski semuanya disediakan. Bak burung dalam sangkar yang dijaga oleh kucing nakal. Setiap ada kesempatan, lebih baik peluang itu diambil, meski mungkin kehidupan setelah itu tak dijamin bakal lebih baik. Tapi setidaknya mencoba lebih baik.

Selamat pagi:)

gambar dari: pixabay/Gerhard G.

 

~ oleh dewipuspasari pada November 24, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: