Pengembara Digital

Menulis
Pagi ini aku membaca Jawa Pos di ruang tunggu, untuk membunuh waktu. Mataku perlu rileks dari laptop untuk sementara waktu. Lalu aku tercenung dengan ulasan tentang digital nomaden di rubrik Utama Minggu.

Dulu ada istilah bekerja secara mobile, work from home, work on destination, dan sebagainya untuk menyebut para pekerja yang bisa bekerja dari mana saja, tidak terpaku oleh tempat dan jam kerja. Kini ada istilah lainnya yaitu digital nomaden, yang sebenarnya juga mirip-mirip, namun dengan fokus lebih ke unsur digitalnya.

Sudah seminggu ini aku juga merasai sebagai digital nomaden alias pengembara digital. Aku bekerja dari rumah orang tua, kadang-kadang juga di ruang tunggu namun dengan rasa was-was. Asal ada koneksi internet yang lancar, maka pekerjaan pun bisa dilakukan.

Pengembara digital ini sebenarnya sudah lama hadir. Dulu umumnya dilakukan oleh para wisatawan asing yang juga merangkap sebagai pengembara digital. Sambil berwisata menjelajah Pulau Dewata, mereka juga bekerja.

Kini para pengembara digital juga mulai banyal dilakukan oleh para pekerja di Indonesia. Ada yang menunggui orang tuanya yang sedang sakit sambil bekerja, ada juga yang memilih mengungsi sementara di tempat yang sepi karena daerahnya termasuk zona merah, dan sebagainya.

Apa saja pekerjaan pengembara digital? Sebenarnya ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh kaum digital nomaden, rata-rata berkaitan dengan dunia kreatif.

Ada yang bekerja di perusahaan TI sebagai programmer dan analis, konsultan TI; ada yang menjadi penulis, blogger, dan editor; juga ada yang menjadi animator dan desainer; serta masih banyak pekerjaan lainnya yang bakal hadir seiring semakin tumbuhnya budaya baru ini.

Keahlian apa yang perlu dikuasai sebagai pengembara digital? Rata-rata kaum pengembara digital dituntut untuk kreatif dan disiplin. Meski nampak santai tetap ada tenggat waktu bekerja dan biasanya juga ada meetup alias rapat digital secara berkala.

Bila pandemi sudah berakhir maka bisa jadi pengembara digital akan semakin bertumbuhan. Kalian bisa bekerja di Bali sebulan lalu berpindah ke Labuhan Bajo pada bulan berikutnya, atau kemudian berpindah ke Wina dan tempat-tempat lainnya. Sambil berwisata atau untuk keperluan keluarga, kalian tetap bisa bekerja.

Tertarik menjadi pengembara digital?

Gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Februari 7, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: