BloggerDay 2021 dan Keluarga Jempolan di Tengah Pandemi

BloggerDay 2021

Alone, our power are special. But together, we’re unstoppable!” – Missy, “We can be Heroes”

Penulis, termasuk blogger konon lone wolf, umumnya suka sendirian untuk mendapatkan inspirasi menghasilkan tulisan hebat. Tak sedikit blogger yang menghasilkan karya spesial yang memberikan perubahan di lingkungan sekelilingnya. Namun, pada masa kini, sudah bukan waktunya lagi berjuang sendirian melakukan perubahan. Bersama ‘kawanan’ atau komunitas blogger seperti Bloggercrony, maka ia akan lebih berkembang dan efek perubahan bisa berlipat ganda.

Komunitas Bloggercrony Indonesia sejak didirikan pada Februari 2015 telah memiliki berbagai program menarik, dari BloggerHangout yang berupa workshop gratis untuk menambah wawasan dan kompetensi anggota; BloggerCare berupa kegiatan sosial dengan penggalangan dana, ditujukan untuk membantu, baik di kalangan anggota maupun di masyarakat; BloggerDay sebagai hari perayaan ulang tahun komunitas; BloggerView merupakan kegiatan partnership baik online maupun offline; maupun BloggerPreneur untuk mengembangkan kemampuan dan jejaring berwirausaha anggota yang pelaku UMKM.

Melihat aneka rupa event dan program yang diadakan oleh Bloggercrony maka menjadi anggota komunitas blogger ini memang menguntungkan, baik dari segi meningkatkan keahlian, maupun memperluas jejaring. Apalagi pada masa pandemi seperti saat ini.

Menulis di blog memang bisa menghasilkan duit. Namun pada masa pandemi ini memang event atau tawaran menulis berbayar sedikit. Mengandalkan adsense per bulannya juga masih minim. Oleh karenanya masa pandemi ini sangat berat bagi mereka yang menjadikan blogger sebagai profesi. Demikian pula halnya dengan para blogger yang mengalami pemutusan hubungan kerja maupun yang pendapatannya dari UMKM-nya menurun drastis. Masa pandemi ini benar-benar tahun yang sulit.

Di sinilah para blogger benar-benar merasai manfaat bergabung di komunitas blogger seperti Bloggercrony. Event berbayar memang tak sebanyak biasanya, tapi setidaknya menambah pemasukan. Dukungan juga bukan hanya soal duit, namun juga moril. Dengan berbagi cerita ke sesama blogger, maka kita merasa tak sendiri menghadapi masa sulit ini.

Pengisi acara Blogger Day 2021
Oleh karena besarnya pengaruh pandemi bagi blogger maka tema BloggerDay 2021 yang diadakan 6 Maret ini adalah “Keluarga Jempolan”. Pemilihan tema ini menurutku pas dengan kondisi saat ini karena pandemi berpengaruh bukan hanya kita sendiri, melainkan juga satu keluarga. Pada masa pandemi peran dan dukungan anggota keluarga satu sama lain sangatlah penting.

BloggerDay tahun ini diadakan sepenuhnya secara virtual. Seluruh pengurus, BCC Squad, pengisi acara, dan 100 peserta saling menyapa, berbagi ilmu, dan berdiskusi secara daring selama kurang lebih 7,5 jam. Antusiasme peserta sudah dimulai sejak pra kegiatan hingga berakhirnya BloggerDay.

Acara yang dipandu oleh kak Gita Siwi ini terbagi beberapa sesi. Ada sambutan dari ketua panitia Fawwaz dan ketua Bloggercrony Satto Raji. Lalu disambung dengan berbagai pengumuman, seperti pengumuman pemenang Facebook Post, info kepengurusan terbaru Bloggercrony, dan peraih Most Wanted Blog Award yang diraih Helena Mantra.

BCC Squad

Acara bergeser ke Tur Virtual yang dipandu Idfi Pancani. Ia mengajak peserta dan anak-anaknya untuk seseruan berlibur ke Amerika Serikat. Lalu ada Kahoot Games untuk menguji wawasan peserta, terutama tentang Bloggercrony.

Kegiatan dilanjutkan ke acara inti yaitu webinar dengan tema “Senjakala Content Creator” dengan narasumber pegiat literasi Maman Suherman dan pegiat media sosial Shafiq Pontoh, dipandu Helen Simarmata. Berikutnya adalah lucky draw dan BloggerCare untuk keluarga jempolan.

Sebelum penutup, peserta mendapatkan asupan bergizi tentang “Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh” oleh psikolog klinis Ifa H. Misbach dan Kania Safitri. Webinar ini kembali dipandu Helena Simarmata.

Lucky draw sendiri selain berupa saldo digital juga merchandise dari produk dan jasa UMKM yang tergabung dalam BloggerPreneur. Ada kue kering dan brownies dari Dapur Sesuka Hati; gula merah dan gula batu yang dikemas cantik dari Duo Raji Store (@duarajistore); sajian makanan dari Resep Dapur Ayah (@resepdapursayah) dan Anesa Cooking (@anesacooking); benda fesyen dari Henna Hijab (@hennahijab_collection), Gerai Aksesoris (@geraiaksesoris2), Ayko Projects (@aykoprojects), dan Ebigsoo (@ebigsoo_fashion_); serta kreasi dan jasa lainnya dari Sreehandmate (@sreehandmate), Makarame (@makarame), ASI Booster Tea (asiboostertea), Katalensaku Photoworks (@katalensaku.photoworks), dan Photocoffee Roastery (@photo_coffee_).

Acara ini juga didukung KITAMATA Event. Ia memiliki media sosial beralamat di @kitamata.id

Produk bloggerpreneur

 


Jalan-Jalan Virtual ke Amrik
Idfi Pancani mengajak peserta dan anaknya untuk berkeliling spot wisata di Amerika Serikat. Ya, pada masa pandemi ini otak juga perlu refreshing.

Dengan penuh semangat, Idfi mengajak peserta mengunjungi di antaranya Patung Liberty, Gedung Putih, Air Terjun Niagara, Akuarium Georgia, Universal Studio, dan Disneyland. Ia menyisipkan trivia dan kuis-kuis dengan hadiah yang menarik.

Idfi pancani

Ada berbagai info yang belum pernah kuperoleh selama mengikuti tur virtual ini, seperti mantan Presiden Obama yang dulunya pernah bekerja di kedai es krim dan pulau tempat patung Liberty berada yang hampir selalu ramai oleh wisatawan. Menarik. Aku jadi ingin ke Amrik.

Senjakala “Content Creator
Benarkah content creator saat ini memasuki senjakala? Ini menjadi bahan diskusi yang menarik selama sesi yang dipandu Helen Simarmata dengan menghadirkan narasumber kang Maman Suherman dan Shafiq Pontoh.

Ada banyak hal-hal menarik yang didapatkan selama sesi webinar ini. Pada masa pandemi ini menjadi salah satu ujian content creator, apakah ia mampu bertahan atau tidak.

Kang Maman
Agar seorang content creator termasuk blogger bisa bertahan di tahun-tahun mendatang maka ia perlu menguasai empat hal. Yaitu, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran kritis.

Saat ini berkolaborasi adalah kunci. Jangan jadikan teman itu musuh atau pesaing. Sebuah karya bisa didapatkan dari hasil kolaborasi.

Agar tetap kreatif dan mampu berpikir kritis maka perlu memahami literasi, literasi finansial, literasi budaya, dan sebagainya. Ketika menerima pekerjaan mengulas produk jangan hanya asal diterima karena ada tanggung jawab melekat di dalamnya, apakah produk lulus BPOM, apakah produk telah disetujui OJK, dan lain-lain. Demikian pula ketika menggelontorkan opini.
Prinsip membela yang benar jauh lebih baik daripada membela yang bayar, ujarnya.

Kunci lainnya agar tetap dapat bertahan sebagai content creator yaitu tetap konsisten. Menjadi spesialis pada masa kini itu perlu, tidak perlu harus menguasai semua.

Maman mencontohkan penulis Trinity yang fokus menulis di bidang wisata. Ia hidup dan bertahan di sana. Tulisannya kemudian dibukukan dan dilayarlebarkan.

Shafiq
Sementara itu Shafiq menyebut era digital ini sebagai perpanjangan realitas. Menjadi content creator menurut ia tetap relevan meski usia bertambah dan jaman mulai berubah.

Namun agar tetap eksis maka content creator tetap perlu menguasai 5W dan 1 H serta SWOT Analysis. Misalnya untuk sebuah konten maka ia perlu membuat analisa mengapa ini relevan, siapa target audience-nya, dan sebagainya.

Shafiq juga memberi saran agar content creator terus memperluas jejarang dan berkolaborasi; membangun reputasi kanal kita dengan sangat baik sehingga orang-orang akan mencari kita jika ingin referensi tertentu; serta mempelajari algoritma platform tertentu.

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

Kania Safitri, mom influencer, bercerita bila ia sebagai ibu sering menemani anaknya melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berdasar pengamatannya, anak-anak mudah bosan dan sulit fokus.

Memang PJJ itu kurang ideal, jelas Ifa H. Misbach, seorang psikolog klinis. Anak-anak sulit berkonsentrasi, sulit paham materi pelajaran, sulit menjaga mood anak, suasana di rumah kurang mendukung mood anak belajar, dan anak-anak lebih suka bermain daripada belajar. Sedangkan para orang tua khususnya ibu sering merasa kesulitan membagi waktu antara bekerja dan mendampingi anak belajar.

Sebenarnya kondisi tidak enak juga dialami para guru. Mereka juga punya keluarga dan tidak semuanya leluasa mengajar secara virtual. Lingkungannya juga bisa jadi kurang memungkinkan, misalnya lingkungannya padat penduduk.

Masalah pjj
Oleh karena PJJ itu berat maka orang tua dan guru juga perlu bekerja sama. Anak-anak didampingi orang tua dan diberikan pendidikan soal kejujuran dan tanggung jawab ketika mengerjakan tugas dan ujian. Para guru juga memberikan perhatian dan menyampaikan materi dengan baik ke para siswa.

Hampir delapan jam waktu kuhabiskan selama BloggerDay. Waktu yang tak tersia-siakan karena asupan materi yang kudapat juga banyak.

Selamat ulang tahun Bloggercrony semoga makin kontributif.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 20, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: