“Geez & Ann” Drama Remaja yang Berantakan

Geez dan Ann

Sebuah kisah remaja biasanya enak ditonton dan bikin penonton senyum-senyum merasai yang dialami karakter utamanya. Sayangnya tidak dengan kisah “Geez & Ann” yang tayang di Netflix ini. Aku malah merasa tak terhibur sama sekali dan merasa buang-buang waktu karena ceritanya yang relatif buruk.

Dikisahkan Keana Amanda alias Ann (Hanggini Purinda Retto) adalah remaja yang mandiri dan punya geng pertemanan. Saat menjadi panitia acara sekolah, ia berjumpa dengan alumni sekolah yang menjadi vokalis band. Si vokalis yang bernama Gazza Cahyadi alias Geez (Junior Roberts) ini rupanya terimpresi dengan gaya bertutur Ann yang apa adanya. Ia lalu jatuh cinta kepadanya dan sering berpapasan di angkot.

Tak berlangsung lama Ann pun membalas cintanya. Sayangnya Geez harus segera ke Berlin untuk pindah kuliah. Ann yang paham ibu Geez tak menyukainya, meminta Geez berhenti menghubunginya.

Awal-awal cerita lumayan mengingatkan pada sebuah komedi romantis,”When in Rome”, yang tokoh perempuannya sosok yang disiplin sebagai EO. Namun ketika cerita berlanjut dengan Geez ke Berlin dan Ann yang kemudian lulus sekolah rasanya aneh.

Aku bingung dengan soal timeline di film ini. Sungguh membingungkan. Akan lebih baik bila ada frame menunjukkan waktu. Biar penonton tak menebak-nebak dan bingung sendiri.

Geez dan ann
Chemistry pemeran Geez dan Ann juga terasa kaku dan datar. Kurang nyaman menontonnya. Kehadiran Bayu sebagai pihak ketiga juga terasa dipaksakan. Latar musik Geez juga tak mendukung karena lagu-lagu bandnya juga kurang menarik. Lagu-lagu dalam film tak ada yang nempel seperti istilah Ann.

Latar cerita Geez dan kemudian minatnya ke bidang seni, serta hubungan rumitnya dengan Ann serta keterlibatan Ann dengan program mengajar anak-anak kurang mampu, mengingatkan saya pada film “Perahu Kertas”. Nuansanya mirip. Hanya cerita dan eksekusinya tak lebih bagus.

Yang patut diapreasiasi dari film ini adalah geng teman-teman Ann yang heboh khas remaja pada umumnya. Juga ada ibu Geez yang diperankan Dewi Rezer. Ia nampak begitu cantik dan pas memerankan sosok ibu yang angkuh dan dingin. Kayaknya sudah lama Dewi Rezer vakum di perfilman, atau aku yang jarang nonton teve.

Dewi rezer
Film “Geez & Ann” ini diangkat dari novel yang disebut-sebut beken. Mungkin cerita dalam novelnya memang bagus, aku belum baca, hanya eksekusinya ke film oleh Rizki Balki terasa berantakan.

Tetap semangat Rizki dan para kru film.

Gambar: Netflix di Kompas dan Antara

 

~ oleh dewipuspasari pada Maret 27, 2021.

2 Tanggapan to ““Geez & Ann” Drama Remaja yang Berantakan”

  1. Novelnya juga berantakan (menurutku) aku belum nonton filmnya tapi sudah baca novelnya, dan aku setuju bagian ‘teringat sama Perahu Kertas tapi versi eksekusi yang buruk’ dan ‘kehadiran Bayu yang dipaksakan’. Konfliknya juga hambar. Bukan apa sih, cuma tbh aku merasa di luar sana ada lebih banyak novel yang lebih pantas difilmkan.

    • Oh gitu ya. Kupikir novelnya bagus hanya eksekusinya ke layar streaming yang nggak berhasil. Sepakat ada “Aroma Karsa”-Nya Dee dan novel Ayu Utami tentang candi itu yang menurutku bakal keren bila difilmkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: