“H is for Happiness”, Cerita Si Anak Perempuan yang Imajinatif

H is for happiness
Candice Phee (Daisy Axon) adalah gadis periang dan penuh semangat. Ia imajinatif, punya banyak bintik-bintik di wajahnya dan berambut merah berkepang dua. Ia mirip dengan sosok Candy dan Anne dari Green Gables. Sayangnya sekelilingnya tidak seperti harapannya. Sejak usaha ayahnya bangkrut dan adiknya meninggal, kedua orang tuanya tak sama lagi. Cerita Candice dan keluarganya tertuang dalam film berjudul “H is for Happiness”.

Suatu hari ibu guru di sekolah Candice, Miss Bamford (Miriam Margolyes) menugaskan murid-muridnya membuat cerita tentang kehidupannya pada masa lalu dengan mengunakan alfabet. Misal A berarti apel, kota kelahiranku dulu dikenal sebagai kota apel, oleh-olehnya rata-rata apel.

Candice pun melaksanakan tugasnya dengan serius. Ia juga berniat melakukan sesuatu. Membuat keluarganya kembali ceria seperti dulu.

Di tempat sekolah Candice ada anak baru, Douglas Benson (Wesley Patten). Ia anak aneh yang percaya dengan multisemesta. Ia bercerita ia berasal dari dimensi lain, sumber keluarannya dari daerah yang penuh pepohonan.

H is for happiness
Candice pun berteman dengannya. Ia kemudian mengeluarkan beberapa ide untuk mengembalikan sosok ayah dan ibunya.

Melihat Candice, aku langsung teringat Anne dan Pippi Langstrump, juga Candy. Mereka sama-sama bersemangat, ceria, imajinatif, dan memiliki rasa peduli ke sekelilingnya.

Ayah Candice bangkrut sehingga ia muram dan begitu marah ke saudaranya, Brian, sekaligus teman bisnisnya, yang saat ini masih tetap kaya. Ibunya juga inginnya tidur-tiduran saja dan tak semangat hidup sejak adiknya meninggal tiga tahun lalu.

Film yang disutradarai oleh John Sheedy ini diangkat dari novel karya Barry Jonsberg berjudul “My Life as An Alphabet.

H is for happiness
Cerita menarik karena karakternya unik dan visualnya apik. Namun menurutku film ini kurang ramah anak Indonesia karena ada adegan ciuman meski yang ciuman anak disensor. Lalu adegan anak melompat yang berbahaya. Sehingga sebaiknya orang tua perlu mendampingi anak-anaknya bila menyaksikan film ini atau ratingnya berubah jadi 13 plus.

Aku suka karakter Candice di sini. Ide-idenya unik dan ia begitu penuh semangat melakukan setiap niatannya. Sinematografinya juga menawan, gambar hutan kecil, lautan, dan kota kecil tempat Candice tinggal semuanya nampak indah.

Film ini dirilis tahun 2019 di Australia. Ia tayang kemarin di FSAI 2021 dan akan tayang pada pemutaran berikutnya pada Sabtu 26 Juni pukul 12.00 WIB.

Gambar dari Universal Pictures

H is for happiness

~ oleh dewipuspasari pada Juni 21, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: