Pelindo Bersatu, Sistem dan Daya Saing Logistik Indonesia pun Makin Unggul

Pelindo

Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo | sumber gambar: pelindo.co.id

Kabar bersatunya Pelindo I, Pelindo II, Pelindo II, dan Pelindo IV menjadi satu perusahaan BUMN adalah sebuah berita yang menggugah perhatian khalayak. Banyak kalangan yang optimis penggabungan empat BUMN yang bergerak di pelabuhan  ini akan meningkatkan daya saing sistem logistik Indonesia di persaingan global.

Indonesia adalah negara kepulauan. Negara ini memiliki belasan ribu kepulauan yang tersebar dari pulau paling timur, Pulau Benggala dan pulau paling barat, Pulau Liki. Kondisi geografis yang berupa kepulauan ini menjadi peluang dan tantangan tersendiri dalam sistem logistik di Indonesia.

PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo mulai dibentuk pada tahun 1945. Setelah melalui beberapa kali perubahan bentuk usaha dan status hukum, maka Pelindo menjadi BUMN dan terbagi menjadi Pelindo I hingga Pelindo IV berdasarkan area kerjanya.

Pelindo I memiliki 16 pelabuhan yang berada di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Sedangkan Pelindo II yang berpusat di Tanjung Priuk memiliki wilayah kerja 12 pelabuhan di 10 provinsi dari Sumatera Barat hingga DKi Jakarta.

Sedangkan Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang terletak di tujuh provinsi. Sementara, Pelindo IV membawahi 24 pelabuhan dari Kalimantan Timur hingga Papua Barat. Sehingga total ada 95 pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo.

Fungsi pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo ini sangat strategis. Selain membantu sistem logistik antar pulau di Indonesia, juga masuk dalam jaringan perdagangan internasional dengan basis transportasi laut.

Seperti kita ketahui sejak jaman dulu beberapa pelabuhan di Indonesia sangat terkenal. Pelabuhan Sunda Kelapa, misalnya. Pelabuhan ini menjadi tempat pedagang mancanegara dan lokal bertemu, melakukan transaksi jual beli. Pedagang Tiongkok, Arab dan India menjual sutera, keramik, tekstil, dan wangi-wangian. Lalu mereka mengangkut kayu cendana, rempah-rempah dan beras dari nusantara.

Pada masa kini, pelabuhan Indonesia juga ramai oleh perdagangan antar pulau dan internasional. Oleh karenanya Pelindo terus berinovasi, tidak hanya memberikan pelayanan kapal, pelayanan barang (kargo), dan pelayanan peti kemas.

Pelayanan kapal sendiri berupa jasa pemanduan kapal menuju dermaga atau kolam pelabuhan, jasa penundaan kapal, jasa tambatan kapal, jasa labuh kapal, dan jasa air kapal. Sedangkan jasa kargo atau layanan barang meliputi jasa dermaga, gudang, jasa lapangan, dan memindahkan hingga menyerahkan barang di atas kendaraan. Sementara pelayanan peti kemas meliputi jasa bongkar muat peti kemas.

Usaha pelindo 4

Bisnis inti Pelindo | sumber gambar: https://inaport4.co.id

Adapun inovasi lainnya seperti yang dilakukan oleh Pelindo adalah jasa layanan embarkasi dan debarkasi penumpang kapal laut khususnya di wilayah timur Indonesia; aneka usaha seperti jasa timbangan dan jasa perawatan kapal, juga jasa kegiatan sandar kapal pesiar.

Pada saat ini layanan antar keempat Pelindo dirasa belum terstandarisasi, ada yang biaya layanan peti kemasnya lebih murah dibandingkan lainnya, ada pula yang SDM jasa bongkar muatnya terbatas sehingga prosesnya lebih lama dibandingkan lainnya.

Selain masalah internal antara Pelindo sendiri, juga ada pesaing terminal peti kemas lainnya baik yang diselenggarakan penyelenggara dalam negeri, maupun oleh negara tetangga seperti Singapura dan Thailand yang berambisi menjadi Hub ASEAN.

Nah dengan digabungkannya Pelindo I, II, III, IV, diharapkan berbagai masalah teratasi, seperti isu kecukupan dan kompetensi SDM, teknologi yang mendukung kelancaran operasional, standarisasi layanan, fasilitas bongkar muat yang memadai, dan adanya konektivitas pelabuhan, sehingga terwujud efisiensi terminal dan penurunan biaya logistik.

Selain itu dengan adanya efisiensi biaya, maka Pelindo bisa melakukan pembenahan agar tak kalah dengan fasilitas pelabuhan Singapura sehingga kapal-kapal raksasa mancanegara bersedia bersandar di pelabuhan Pelindo. Misalnya menambah crane, meningkatkan fasilitas bongkar muat kontainer dan memperdalam kolam pelabuhan sehingga kapal raksasa bisa bersandar.

Ada banyak manfaat strategis yang akan diperoleh apabila Pelindo bersatu. Yang pertama tentunya akan membantu kelancaran sistem logistik nasional, di mana logistik sangat berperan dalam proses produksi hingga produk tersebut jadi dan sampai di tangan konsumen.

Logistik memiliki kaitan di berbagai bidang usaha di Indonesia. Ia memiliki kontribusi penting dalam kegiatan perekonomian. Misalnya menjaga suplai beras di sebuah daerah tetap memenuhi kebutuhan.

pelindo2

Situasi di pelabuhan yang dikelola Pelindo II | sumber gambar: finance.detik.com

Dalam sebuah industri, logistik berperan dari penyediaan bahan baku hingga produk tersebut dikirim oleh distributor hingga sampai ke pedagang retail dan pembeli. Apabila sistem logistik di Indonesia terkelola dengan baik, biaya logistik terjangkau dan prosesnya berlangsung cepat maka kegiatan perekonomian juga akan berjalan lancar. Kebutuhan masyarakat juga akan terpenuhi.

Selain itu, pengelolaan pelabuhan oleh Pelindo juga mendorong perdagangan internasional, baik ekspor maupun impor. Apabila semakin banyak kapal dari mancanegara yang berlabuh dan menggunakan jasa layanan Pelindo, maka perdagangan internasional akan semakin ramai dan meningkatkan daya saing Indonesia secara global.

Sudah waktunya Indonesia kembali merengkuh manfaat sebagai negara yang berada di jalur strategis perdagangan internasional dengan melakukan integrasi dan konektivitas pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo. Pelindo bersatu, sistem logistik Indonesia dan daya saing logistik di tingkat global pun maju dan makin unggul.

pelindo bersatu

Pelindo Bersatu| sumber kolase foto: Media Indonesia, Indonesia.go.id, BUMN Inc. dan Pelindo.co.id

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 26, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: