Belanja Ikan, Lalu Bersantap dan Bawa Oleh-oleh

Ikan

“Di sini saja kak, ada ikan macam-macam. Kepitingnya juga ada…”

Hari itu aku menikmati bersantap seafood di sebuah pasar yang berubah wujud jadi semacam pujasera di Bontang. Masih sore dan matahari masih bersinar. Kami pun sibuk memilih-milih ikan yang kami pilih untuk dimasak. Kami juga mencoba masakan khas mereka, ikan dimasak ala gami.

Masih tentang Bontang setiap hari kami menikmati waktu dengan bersantap ikan dan hasil laut. Oh betapa kayaknya Indonesia akan perairan di mana ikan dan satwa lainnya beraneka rupa. Kali itu saya menikmatinya di rumah makan apung di kampung apung. Kali ini saya menikmati gami dengan ikan khas Bontang. Ikan bawis.

Ikan yang gurih, berdaging padat dan tidak goyor-goyor berpadu dengan sambal gami yang pedas manis. Ooh perpaduan yang serasi membuat aku menikmati setiap suapanku. Malam terakhir di Bontang di sebuah restoran, aku juga masih belum puas dengan gami.

Ketika makan besar dengan ikan, aku selalu ingat akan masa-masa aku dan kawan-kawan sering berbelanja ikan di TPI Muara Angke. Dengan membawa keranjang plastik, kami menawar dan berbelanja aneka ikan, cumi, dan kepiting.

Selanjutnya kami pun menuju pujasera. Hasil belanjaan kami dimasak di sana. Aneka rupa hidangan pun menyemarakkan meja dan kami santap bersama. Harganya jauh lebih hemat karena kami patungan. Ikannya juga segar.

Ada cumi goreng tepung, udang tumis mentega, kepiting saus padang, dan tumis kangkung melengkapi. Sedapnya. Hampir setiap bulan kami rayakan dengan bersantap seafood di Muara Angke.

Sayangnya acara kami ke TPI Muara Angke sering terhalang oleh banjir rob. Selain itu tempat belanja dan tempat makan terkesan sederhana, kadang-kadang agak becek. Sehingga tak semua teman mau diajak ke sana.

Kini sudah lama aku tak pernah ke sana. Apalagi sejak adanya pandemi.

Potensi Industri Perikanan di Indonesia
Aku suka melihat-lihat tempat pelelangan ikan dan berbelanja di sana untuk dimasak atau dibawa pulang. Selain di Muara Angke dan Muara Kamal, aku juga pernah mengamati TPI atau penangkapan ikan di Kabupaten Malang di Sendang Biru, Derawan, dan Pelabuhan Ratu.

TPI dan pujasera sebenarnya berpotensi menjadi tempat wisata yang bisa dikemas menarik bagi wisatawan. Mereka bisa melakukan one stop shop, berbelanja ikan dan bersantap di sana.

Aku membayangkan konsepnya seperti pasar ikan di Jepang, di mana masyarakat bisa memilih dan membeli ikan dengan nyaman lalu juga bisa dimasak dan disantap di sana. Tidak becek dan tempatnya juga tidak berbau sehingga pembeli dan penjual juga sama-sama nyaman.

Selain ikan segar juga bisa dijual di sana aneka olahan seperti kerupuk ikan, sarden buatan sendiri yang sudah memenuhi standar dan sebagainya.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut memang perlu kerja keras dan koordinasi dari sektor hulu hingga hilir. Jangan sampai juga ikan dan hasil laut tereksploitasi besar-besaran, hingga sumber laut dan perairannya minim satwa penghuninya.

(Bersambung)

~ oleh dewipuspasari pada November 22, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: