Gadis Minimarket

Gadis minimarket
Awalnya kupikir ini light novel dari komik “Miss Minimarket”, ternyata bukan. Meski temanya sama, yaitu tentang minimarket. Novel yang terinspirasi dari pengalaman bekerja si penulis di minimarket ini berfokus pada sosok Keiko. Ia telah bekerja 18 tahun sebagai pegawai paruh waktu di minimarket. Kini usianya 36 tahun dan belum menikah.

Dari pertemuan dengan teman-teman semasa sekolahnya, rupanya sosok seperti Keiko dianggap ‘kurang normal’ untuk seusianya. Mereka yang bekerja paruh waktu umumnya hanya perempuan yang telah menikah atau masih mahasiswa. Keiko tidak masuk keduanya. Seharusnya ia sudah menikah atau punya pekerjaan tetap.

Keiko sendiri merasa sudah nyaman bekerja lima hari seminggu di minimarket. Pekerjaan ini yang paling cocok untuknya. Ia sendiri merasa dirinya aneh sejak kecil. Namun dorongan dari orang-orang sekelilingnya membuatnya ragu apakah ia sebaiknya berhenti bekerja di minimarket?

Aku menyukai novel ini. Ketika membaca halaman pertamanya, aku langsung terpesona dan meneruskan membacanya hingga tamat.

Di awal cerita, Sayaka, bercerita tentang keseharian Keiko saat jam sibuk di minimarket. Salah satunya sibuk menata onigiri, salad, sandwich, dan mentaiko cheese. Aku memang suka dengan cerita yang menambahkan unsur makanan di dalamnya. Rasanya jadi ikut lapar dan kenyang membacanya.

Latar belakang Keiko rupanya agak ‘seram’ dan itulah yang membuatnya merasa nyaman bekerja di minimarket. Selain keteraturan di minimarket, adiknyalah yang sering menjadi tempatnya berkonsultasi agar ia nampak ‘normal’.

Dari konflik di buku ini aku mendapat wawasan tentang standar “perempuan normal” di Jepang. Bagi perempuan berkepala tiga akan dianggap janggal apabila ia belum menikah dan masih bekerja paruh waktu. Dalam buku ini ada yang menyebutnya sebagai beban negara dan beban masyarakat.

Yang membuatku sedih ada bagian pekerjaan di minimarket yang dianggap masuk kasta bawah oleh salah satu karakter. Ia menghina pekerjaan Keiko tersebut, padahal si penghina tersebut juga masih bekerja di tempat yang sama. Ia menyebut tak sepantasnya Keiko begitu rajin bekerja di tempat seperti itu.

Lewat buku ini aku juga bisa membayangkan cukup beratnya bekerja di minimarket terutama saat jam sibuk. Ada target harian, target bulanan/musim, tips trik menata barang dan makanan di minimarket, dan lainnya. Menarik.

Jalan ceritanya terbilang ringan dan menarik. Ada beberapa kejutan dengan penyelesaian yang dibiarkan mengambang apa adanya.

Detail Buku:
Judul: Gadis Minimarket (Convenience Store Woman)
Penulis: Sayaka Murata
Penerjemah: Ninuk Sulistyawati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2021
Tebal: 159 halaman
Skor: 7.5/10

~ oleh dewipuspasari pada Februari 12, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: