Senangnya Ketika ‘Unboxing’

Paket roti
Setiap kali mendengar kata ‘paket’ ada rasa gembira yang mengalir. Wah paket mana nih yang bakal kuterima. Rasa gembira jadi dobel ketika paket tersebut hadiah lomba atau kiriman dari sahabat dan saudara yang tak kuketahui isinya.

Jumlah paket yang kuterima dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Dulu, paket yang datang ke rumah kami terbilang bisa dihitung dengan jari setiap tahunnya. Maklum jaman dulu masih belum ada marketplace dan belum ada kurir daring. Orang-orang pun biasanya hanya mengantar surat dan kartu pos, bukan paket berisi dokumen atau barang.

Pengalaman mendapatkan paket kali pertama untukku sendiri itu sangatlah berkesan. Aku masih mengingatnya. Sungguh menyenangkan.

Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu aku gemar mengikuti TTS atau kuis-kuis yang diadakan oleh majalah anak-anak.

Aku mengirimkan jawaban lewat kartu pos. Perangko dan kartu pos kubeli di sebuah tempat fotokopian. Lalu kutaruh kartu pos itu di kotak pos yang ada di dekat lapangan di sebuah sekolah. Aku selalu berjalan kaki ke sana. Dari rumah tak sampai 100 meteran.

Sudah sering sekali aku mengirim kartu pos. Namun, baru pertama ini aku menang undian TTS. Dan itu sungguh menggembirakan. Aku bersorak. Horeeee…ketika namaku dimuat di majalah anak-anak tersebut.

Hampir dua bulan kemudian baru paket itu tiba. Aku sendirinyang kebetulan menerimanya. Sebuah paket berukuran besar dan lumayan berat dengan dibungkus kertas cokelat.

Aku menunggu kedua kakakku tiba dari sekolah. Kami mengerjakannya bersama-sama, meski aku menjawab paling banyak dan yang mengirimkan jawaban.

Setelah kami berkumpul, kakak mengambil gunting. Ia menggunting bungkus cokelat dengan hati-hati. Aku menahan nafas, menunggu dan tak sabar. Aku sungguh penasaran wujud hadiah yang kudapat.

Ketika semua bungkus sudah dibuka, isinya adalah bundel majalah anak-anak yang dijilid rapi dengan sampul keras (hardcover).

Ini majalah anak-anak yang agak lama. Untungnya belum ada yang pernah kubaca.

Sebenarnya aku berharap hadiahnya lebih spektakuler. Namun dapat bundel majalah juga tak mengecewakan. Ada sekitar 10 edisi di dalamnya.

Aku dan kakak bergantian membacanya. Hingga sekarang bundel majalah itu masih ada dan kusimpan. Ia adalah bukti paket yang pertama kali kudapatkan.

Nah kembali ke masa kini, paket makin rajin kudapat. Apalagi pada masa pandemi ini, di mana pergerakan dibatasi.

Di kompleks rumah sejak Maret 2020 diadakan mini lockdown. Alhasil penjual keliling dilarang masuk, termasuk penjual sayuran dan tahu langgananku.

Semua paket pun juga wajib ditaruh di pos satpam. Intinya tak boleh ada orang luar yang ke luar masuk.

Awal-awal aku rindu dengan pengantar paket. Semua paket ditimbun ke pos satpam, sehingga tak ada pengantar paket yang berkunjung ke rumah-rumah. Kami mengambil sendiri paket kami di pos satpam.

Oleh karena tak sedikit paket yang merupakan bahan segar seperti sayuran dan daging, maka kemudian ada kebijakan baru. Paket makanan dan bahan makanan boleh diantar sampai ke rumah.

Syukurlah. Hal ini sangat membantu. Dulu kami pernah memesan sayuran. Tapi karena aku belum sempat ke pos satpam, yang jaraknya lumayan ditempuh jalan kaki pulang pergi, maka sayurannya sudah layu ketika akhirnya kuterima.

Dengan adanya kebijakan baru ini maka aku bisa memesan daging, ikan, buah, dan sayuran segar. Percayalah memasak sendiri ini sebenarnya menyenangkan.

Oleh karenanya ketika kemudian bang pengantar paket tiba, memanggil ada paket untukku, aku segera membuka pagar dengan antusias. Kucing-kucingku juga tak kalah semangat. Mereka juga berlarian dan berkumpul di pagar. Mereka setuju denganku, ikan segar yang direbus atau digoreng jauh lebih sedap daripada makanan kemasan atau kalengan.

Setelah paket kudapatkan, kucing-kucing mengitariku. Mereka juga penasaran dengan paket yang kuterima.

Si Cindil dan Pang suka sekali berdiri di atas kardus paket agar bisa melihat lebih dulu apa isi paket. Memang unboxing itu menyenangkan.

Unboxing paket akan berjalan menggembirakan jika barangnya sesuai dengan harapan kita. Misalnya ikannya segar atau ukuran bajunya pas.

Namun, unboxing paket bisa menjadi kekecewaan ketika yang terjadi sebaliknya. Misalnya ikannya kurang segar, ada buah yang sudah setengah busuk, telur pecah, atau benda yang ukurannya tak sesuai dengan yang terlihat di gambar.

Untungnya aku lebih sering mendapatkan paket yang sesuai dengan harapanku. Yang paling menyenangkan ketika aku menang kuis kemudian dapat paket hadiah yang melebihi ekspektasiku. Wah rasanya sungguh membuatku gembira.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 24, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: