Tentang Penyebab Telat Haid Selain Hamil dan Cara Mengatasinya

Telat haid
Telat haid seringkali dialami oleh para wanita, bukan hanya oleh mereka yang sedang hamil. Dikatakan sebagai telat haid apabila seorang wanita tidak mengalami masa menstruasi selama satu kali atau bahkan lebih.

Normalnya, siklus menstruasi akan terjadi setiap 21-35 hari sekali. Durasi dari siklus menstruasi atau haid ini akan berbeda-beda pada setiap wanita. Ada wanita yang memiliki siklus haid setiap 23 hari sekali, ada pun yang 35 hari sekali. Pendarahan menstruasinya sendiri pun berbeda-berbeda. Umumnya, pendarahan akan terjadi selama 2-8 hari.

Siklus haid ini sendiri tidak selalu datang tepat waktu. Sehingga, sebenarnya kondisi telat haid merupakan kondisi yang normal. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut, seperti hormon, stres, aktivitas seksual, dan lain sebagainya.

Namun, telat haid selama lebih dari tiga kali siklus menstruasi perlu diwaspadai. Saat kalian mengalami hal ini, sebaiknya kalian melakukan konsultasi kepada dokter. Konsultasi tersebut juga bisa dilakukan secara online. Kalian bisa berkonsultasi di sini dengan segera bersama dokter yang terpercaya.

Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya telat haid.

Penyebab Telat Haid

Telatnya haid dapat disebabkan oleh banyak hal. Berikut ini beberapa penyebabnya:

1. Aktivitas fisik yang berat
Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat menyebabkan Anda mengalami stres. Saat sudah stres dan kelelahan karena aktivitas tersebut, maka siklus haid juga akan ikut terpengaruh.

Stress maupun kelelahan yang timbul karena adanya aktivitas yang berat ini dapat mempengaruhi produksi hormon estrogen dan juga progesteron. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh inilah yang menyebabkan siklus haid menjadi terlambat.

Olahraga sendiri merupakan kegiatan yang baik sekali untuk dilakukan. Tetapi, kalian perlu memastikan untuk tidak melakukannya secara berlebihan.

2. Sedang menyusui
Menyusui ternyata juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Sebagian wanita banyak yang mengalami telat haid ini, bahkan sampai selesai masa menyusui.

Kondisi ini terjadi akibat adanya pengaruh dari hormon prolaktin yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari. Hormon ini sendiri bertugas untuk merangsang wanita untuk memproduksi ASI selama menyusui.

Hormon ini nantinya dapat menghambat kinerja dari hormon estrogen dan progesteron. Yang mana kedua hormon tersebut berperan penting dalam siklus menstruasi.

Biasanya, telat haid yang dialami oleh wanita menyusui ini akan kembali pada siklus normal sekitar beberapa minggu setelah menyapih. Namun, jika selama tiga bulan setelah menyapih tidak kunjung haid, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

3. PCOS (Polycystic Ovary Symptom)
PCOS merupakan kondisi di mana tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen. Hormon androgen ini sendiri merupakan hormon yang mengatur hal-hal yang  berhubungan dengan organ reproduksi pria.

Saat tubuh wanita memproduksi banyak hormon ini, maka akan membuat terbentuknya kista di indung telur. Hal ini tentu mengakibatkan adanya perubahan siklus menstruasi.

Jika tidak segera diatasi, PCOS ini akan mempengaruhi kesuburan wanita. PCOS memiliki beberapa gejala. Kondisi paling umum adalah seseorang yang menderita PCOS tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, terdapat pertumbuhan rambut-rambut pada sekitar wajah (seperti pertumbuhan rambut di tubuh pria).

Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya dokter akan memberikan pil KB atau obat-obatan lain guna mengatur kembali siklus haid Anda.

telat haid

4. Kenaikan dan penurunan berat badan secara drastis
Di dalam tubuh, terdapat kelenjar pada bagian otak yang fungsinya untuk mengatur berbagai macam proses dalam tubuh. Kelenjar tersebut bernama hipotalamus.

Hipotalamus ini juga mengatur siklus menstruasi yang terjadi pada wanita. Penurunan atau kenaikan berat badan secara drastis, dapat mempengaruhi kinerja dari hipotalamus.

Adanya kenaikan dan penurunan berat badan secara drastis tentu akan mempengaruhi produksi hormon estrogen juga. Ketidak seimbangan kondisi ini jelas akan memberikan efek pada proses ovulasi setiap bulannya. Hal ini mengakibatkan siklus haid menjadi berantakan atau telat haid.

Untuk itu, jagalah berat badan tetap di angka ideal. Lakukan diet dengan cara yang lebih sehat dan bertahap. Begitu pula jika ingin menaikkan berat badan

5. Minum Pil KB
Mengkonsumsi pil KB jelas dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda. Pil KB ini mengandung hormon estrogen dan juga progestin yang dapat mencegah produksi sel telur. Sehingga, pil ini juga dapat menghambat terjadinya menstruasi. Itulah mengapa wanita yang mengkonsumsi pil KB memiliki kecenderungan untuk telat saat menstruasi.

Tidak hanya pil KB, alat kontrasepsi seperti suntik KB maupun implan juga dapat mempengaruhi hormon. Hal ini tentunya akan mengganggu siklus menstruasi

Jika ingin mengembalikan siklus menstruasi kalian menjadi teratur, hentikan pemakaian selama sebulan sampai enam bulan. Kalian juga bisa beralih pada alat kontrasepsi lainnya yang tidak memiliki pengaruh terhadap hormon. Namun, ada baiknya untuk mengkonsultasikan hal tersebut terlebih dahulu kepada dokter Anda.

Cara Mengatasi Haid yang Terlambat

Telat haid

Meskipun telat haid masih merupakan kondisi yang cukup normal untuk dialami para wanita, ada baiknya memang jika siklus menstruasi lebih teratur. Begini cara mengatasi telat haid:

1. Hindari olahraga yang terlalu berat
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, aktivitas fisik yang terlalu berat dapat mempengaruhi siklus haid. Aktivitas terlalu berat ini akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Maka dari itu, sebaiknya kalian memberikan waktu pada tubuh kalian untuk beristirahat. Kalian juga bisa mengurangi intensitas olahraga Anda.

2. Makanlah banyak serat dan kurangi makanan berlemak
Obesitas menjadi salah satu penyebab dari terganggunya siklus haid dan dapat menyebabkan Anda telat haid. Sehingga, kalian perlu mengatur pola makan yang baik agar dapat melakukan diet secara sehat.

Banyak-banyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak serat seperti sayur dan buah. Selain itu, kalian perlu untuk mengurangi konsumsi lemak. Konsumsilah makanan yang mengandung lemak baik seperti ikan salmon, kacang-kacangan, alpukat, dan lain sebagainya.

3. Pastikan adakah kehamilan atau tidak
Telat haid atau menstruasi ini juga bisa menandakan kalian sedang hamil. Jika terdapat riwayat berhubungan seksual dengan pasangan setelah haid terakhir,  bisa kjdi memang karena kalian sedang hamil.

Pastikan hal tersebut dengan memeriksanya menggunakan testpack. Saat menunjukkan hasil yang positif, kalian harus segera mengkonfirmasikannya pada dokter kandungan.

Jika tidak, kalian bisa mengulangi penggunaan testpack seminggu kemudian.

4. Periksakan diri ke dokter
Jika kalian belum mengalami menstruasi selama tiga kali siklus berturut-turut atau lebih, kalian perlu memeriksakan diri ke dokter. Hal ini guna memastikan tidak ada penyakit  lainnya yang mungkin menyebabkan terganggunya siklus haid ini.

Demikian penjelasan mengenai beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya telat haid pada wanita dan juga cara mengatasinya. Sebaiknya, kalian juga mencatat siklus haid agar dapat segera mengkonsultasikannya pada dokter jika terdapat gangguan pada siklus tersebut

Gambar dari Haibunda, Klikdokter dan antaranews


~ oleh dewipuspasari pada April 9, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: