Sri Asih, Banyak Kejutan di Dalamnya dan Skoringnya Epik

 

Sri asih

Sejak melihat sosok Sri Asih sekilas di film Gundala, aku langsung suka dan penasaran akan sosoknya. Kemudian aku browsing di internet dan menemukan sosoknya itu punya kekuatan yang luar biasa. Mungkin salah satu patriot terkuat di jagat Bumilangit. Oleh karenanya ketika film Sri Asih muncul aku langsung penasaran dan nonton. Dan hasilnya?

Aku tidak punya komik Sri Asih karya RA Kosasih. Punyanya dulu hanya komik Gundala dan Pangeran Mlaar. Ada sih komiknya di Webtoon, tapi meski namanya sama-sama Alana dan sama-sama Sri Asih, tapi ceritanya berbeda.

Oke, film Sri Asih berkisar tentang pencarian jati diri Alana dan bagaimana Dewi Api menjadikannya sebagai ancaman utamanya.

Hati-hati ada sedikit spoiler!

Alana gadis yatim piatu yang kemudian dibesarkan oleh perempuan kaya raya yang melatih dan mengelola sasana tinju. Di sasana tinju itulah Alana (Pevita Pearce) berlatih menjadi petinju. Ia punya rekor tak terkalahkan di tinju freestyle.

Hingga suatu ketika datanglah tawaran bertanding melawan Mateo Adinegara (Randy Pangalila), anak taipan (Surya Saputra) yang pernah dituntut karena menganiaya perempuan. Alana harus mengalah di babak ketiga. Tapi ia tidak melakukannya. Konflik pun bermula.

Sri asih
Itu saja sedikit sinopsisnya. Nanti kalau kepanjangan kuatir bakalan banyak spoiler.

Pevita Pearce pas menjadi patriot dan superhero perempuan Indonesia. Ia cantik, luwes, namun juga tomboi. Adegan-adegan aksinya dimainkan dengan baik dan mantap. Paling suka ketika melihatnya di adegan tinju, terpancar energi dan semangat Alana di sini.

Jajaran pemain dalam film ini juga tak main-main. Ada banyak bintang papan atas dari Christine Hakim, Reza Rahadian, Jefri Nichol, Dimas Anggara, dan Ario Bayu. Juga ada kemunculan Dian Sastro, Najwa Shihab, Maudy Koesnadi, Revaldo, Jourdy Pranata, dan Chicco Jerikho.

Sri asih
Kehadiran Ario Bayu dan Aqi Singgih sebagai Ghani dan Ganda ini merajut cerita Sri Asih dan Gundala. Namun yang paling mencuri perhatian di sini adalah Jefri Nichol sebagai Tangguh, wartawan idealis, sahabat masa kecil Alana, dan pemuda yang naif. Dialog dan aktingnya menjadi pemecah ketegangan.

Dari segi visual, CGI-nya sudah lumayan bagus, detail, dan cukup mulus. Hanya memang di adegan awal masih nampak kurang menyatu dengan adegan di sekitarnya dan kurang mulus.

Untuk koreografi pertarungan, Upi mengajak tim Iko Uwais. Di beberapa adegan, koreografi pertarungannya nampak seperti sedang latihan, terlihat kaku dan hati-hati, juga lawan-lawannya terlalu gampang dikalahkan. Namun untuk pertarungan final, koreografi pertarungannya sudah cukup epik. Apalagi ketika Sri Asih mengeluarkan jurus-jurusnya yang seperti dalam komik. Aku tak akan membocorkannya karena itu akan jadi kejutan yang menyenangkan.

Kostum Sri Asih tak begitu rumit namun menarik. Ada ornamen khas pewayangan Indonesia di penampilannya sebagai Sri Asih. 

Alur ceritanya sudah cukup runtut dan rapi. Ada beberapa kejutan di dalamnya yang bikin cerita makin menarik disimak. Oh iya bagian awal film malah kayak seperti film horor. Ini unik sih. 

Sri asih
Sosok Mateo ini mengingatkanku pada sosok bocah manja di John Wick, sikap pengawalnya kepadanya juga sama. Gaya bertarung Sri Asih juga sekilas mengingatkanku pada Wonder Woman dan Kill Bill. Seru.

Skoring musiknya ajib. Joko Anwar sebagai salah satu produser dan penulis naskah, kembali mengajak trio langganannya, Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle.

Skoring kemunculan Sri Asih dan adegan finalnya terasa megah. Demikian juga ketika muncul tembang-tembang Jawa. Ini terdengar mistis dan magis. Coba dengarkan skoringnya hingga kredit film berakhir karena skoringnya memang bagus.

Memang film Sri Asih tak sempurna. Ada beberapa kekurangan dari alur, visual, koreografi, dan sosok Sri Asih yang terlalu ber-make up. Aku sampai browsing sosok Wonder Woman dan Captain Marvel, lipstik mereka masih netral dan tak mencolok.

Meski ada beberapa kekurangan, menurutku Sri Asih adalah film superhero Indonesia yang paling bagus hingga saat ini. Levelnya jauh dibandingkan film superhero Indonesia sebelumnya. Jadi penasaran dengan sosok Tira dan Godam.

Sri asih

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 18, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: