Mungil Telah Pergi

Si mungil
Gerimis itu tak kunjung berhenti. Apakah langit juga sedang sedih sepertiku. Aku tak bisa menunda lagi.
Sebentar lagi malam akan tiba. Aku harus memakamkan kucingku. Mungil telah pergi

Saat tetangga memberitahukan kabar kucing yang meninggal di teras rumahnya, aku ingin sekali waktu berputar. Aku ingin sekali mengulang masa di mana aku berjanji akan membawa Mungil ke dokter. Kenapa saat itu aku menundanya?

Saat memandikan tubuhnya, aku merasa sedih, telah gagal melindungi kucingku. Aku ingin kamu bahagia, Mungil. Tapi kamu pasti sudah bahagia di alam sana. Bertemu dengan Nero dan anak-anakmu yang mendahuluimu.

Biarkan aku hari ini bersedih, Mungil. Kamu selalu jadi kucing yang kusayangi. Sampai berjumpa nanti.

~ oleh dewipuspasari pada Desember 16, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: