Masih Dengar What It Is to Burn, Masih Kurasa Emosinya

Nate Barcalow

Aku masih mendengarkan What It Is to Burn-nya Finch. Lagu ini teratas yang kudengar, baik di Spotify maupun YouTube. Malam ini ketika menulis artikel ini aku juga sambil mendengarkan lagu ini. Kuputar berulang kali. Dan, aku masih bisa merasai emosi dalam lagu ini.

Menurutku lagu ini lagu patah hati yang tragis. Seperti lagu Hard to Say-nya The Used. Hanya, lagu Hard to Say meskipun terinspirasi dari kisah nyata yang menyedihkan, terasa adem dan melankolis. Sementara What It Is to Burn meski cerita lagu ini fiktif, aku merasai emosinya yang mentah. Emosi sedih yang meluap-luap. Rasa bersalah bercampur rasa kehilangan.

Teriakan dalam lagu tersebut seperti teriakan putus asa. Kesedihan yang meluap.

Aku kagum dengan cara Nate membuat dinamika lagu tersebut dari cara ia bernyanyi. Ia seperti bercerita lewat lagu tersebut. Ia berpura-pura menjadi sosok yang sangat terluka dan kehilangan. Ia berhasil. Emosinya menyentuhku.

Menurutku Nate Barcalow dan teman-temannya itu jenius. Musiknya detail dan kaya. Komposisinya dinamis dan berlapis. Belakangan ini mulai jarang lagu seperti itu. Oleh karenanya lagu ini ikonik untuk awal 2000-an. Lagu emo yang sentimentil dan kaya emosi. 

Gambar dari wikiwand

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 28, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: