Seminggu Absen Menulis, Ada Lelah Ada Gembira

Bayi kucingAku merasakan perasaan aneh menjalar ke diriku ketika membaca sebuah pesan yang masuk ke hapeku. Proposal film pendek yang kuajukan dengan nama komunitas film KOMiK Kompasiana masuk delapan besar sebuah gelaran festival besar di Jakarta, Jakarta Film Week. Aku tercekat antara percaya dan tidak. Keesokan harinya, aku bersiap untuk presentasi.

Hampir tengah malam. Persis malam Sabtu seperti saat ini. Aku gemetar memeriksa file presentasi dan naskah film apakah sudah terkirim dengan benar. Selanjutnya kubaca lagi naskah film yang sudah diterjemahkan ke bahasa Betawi. Judulnya Ngidam, terkesan sederhana. Aku memang tak pandai bikin judul. Aku sudah melihat gambaran adegan-adegannya di benakku. Aku sudah membayangkan lokasi syutingnya. Sepertinya besok akan mendebarkan.

Aku hanya punya waktu lima menit untuk memaparkan ide cerita. Berikutnya adalah sesi pertanyaan dari tiga juri. Untunglah semuanya bisa kujawab. Aku sudah membayangkan semuanya. Aku juga sedang percaya diri.

Hari itu bersamaan dengan acara di Kompasiana. Banyak barang yang akan kubawa dan aku belum mempersiapkannya

Aku merasa lelah.

Sebelum mengerjakan presentasi, aku ke klinik. Jadwal Pang untuk terapi laser. Baru kunjungan kedua, aku merasa jenuh. Dulu enam kali setiap hari, aku datang memeriksakan Pang. Sama-sama lelahnya. Belum lagi saat itu aku memikirkan Opal yang sakit dan tak kunjung pulang. Panda juga belum kelihatan.

Aku entah kenapa agak merasa enggan menuju ke Palmerah. Mungkin karena bawaan banyak sehingga aku tak bisa naik ojek motor.

Acara berjalan lancar meski peserta hanya datang seperempatnya. Hari itu hujan dan masih masuk libur akhir pekan yang panjang sehingga aku maklum jika banyak yang tak bisa datang.

Aku hanya ingin cepat pulang

Keesokan harinya aku tertegun membaca pengumuman. Naskahku lolos. Komunitas kami akan menerima dana lumayan besar untuk produksi film pendek. Aku masih tertegun seperti sedang mimpi. Sudah ada belasan kali aku mengajukan naskah film dan baru kali ini lolos. Perasaan ini jauh lebih wah jika dibandingkan ketika film pendek pertamaku, Jagaditta, lolos masuk 20 besar di sebuah ajang festival pendek.

Ini menyenangkan…

Tapi hal buruk sering menyertai hal baik. Penelitianku berantakan, Opal tak kunjung pulang, serta Pong dan Petualang sakit. Aku sangat resah. Aku pun kram perut beberapa hari hingga sulit beraktivitas.

Aku sangat lega ketika Opal pulang. Ia begitu lemas dan lapar. Ia mengurus begitu cepat. Aku cemas. Kubawa ke dokter dan selama beberapa hari berikutnya aku mencemaskan banyak hal. Kucing-kucing, rumah yang berantakan dan suasana hatiku yang juga berantakan hingga akhir juga enggan menulis.

Bayi kucing Tadi senyumku mengembang melihat anak Cindil yang telah berusia sembilan hari. Ada anak kucing yang ekspresif. Aku suka dengan gayanya yang seenaknya. Padahal ia masih bayi kucing. Ketiga anak Cindil mengingatkanku akan kucingku yang telah pergi dan menghilang, Clara, Panda, dan Nero Nakal. Ataukah mereka bereinkarnasi?

Aku sebaliknya tak fokus ke hal-hal yang membuatku merasa lelah. Fokus saja ke rencanaku semula dan rencana membuat film pendek mendatang. Aku masih harus membenahi naskah skenario, mempersiapkan musik, casting, lokasi syuting, dan lainnya. Bakalan sibuk tapi itu menyenangkan, bukan?!

Aku hanya bisa berdoa agar Pang dan Opal segera sehat, demikian juga dengan kucing-kucing lainnya. Aku tak bisa terus memikirkan mereka dan abai kepada diriku sendiri.

Aku akan kembali menulis😊

~ oleh dewipuspasari pada Juli 7, 2023.

Tinggalkan komentar