Sosok yang Berteriak
Aku sensitif dengan suara
Yang nyata ataupun seolah-olah nyata
Kadang-kadang aku mendengar suara
Terdengar ramai, tapi hanya ada aku seorang
Suatu ketika ada bunyi berisik di sebelah
Seperti ada yang sedang renovasi rumah
Hanya saat itu sudah malam
Dan di sebelah kamar hanyalah gang sempit untuk melintas
Kucoba tak kupedulikan dan aku terus belajar
Kukencangkan radio agar aku seperti berteman
Saat itu aku suka belajar malam
Kadang-kadang sengaja bangun malam dan belajar hingga pagi tiba
Tapi ada sebuah hari yang membuat berubah
Aku merasa lapar dan memasak di dapur yang terpisah
Ada bunyi berisik seperti biasanya
Aku hanya ingin masak, makan dan lanjut belajar
Tapi kemudian ada yang membuatmu tergagap
Ada yang berteriak kencang di telinga
Seketika aku lumpuh mendadak dan mematikan api yang masih menyala
Kulari kencang dengan membawa wajan
Jantungku berdegup kencang di kamar
Aku tak bisa tidur lagi
Aku jadi tak nafsu makan lagi
Kuberharap hari segera pagi
Dan aku masih takut sekali
Itu kejadian kedua yang kualami
Dari sosok yang berisik
Dulu di kos lama aku juga alami
Sejak itu telingaku mulai sensitif
Gambar pixabay
