Apakah Kamu Tahu Kucing Menyukai Semangka
Apakah kamu tahu kucing menyukai semangka? Aku juga baru tahu ketika kami melakukan perjalanan berdua.
Ya, kami berdua memutuskan untuk menikmati hari yang cerah dan hangat ini ke pantai dengan pasir berwarna kekuningan. Warna pasir ini kontras dengan warna air laut yang kebiruan. Indah.
Nero nampak kegirangan. Aku tak tahu apakah ia pernah bermain di pantai sebelumnya. Ia senang sekali bermain dengan pasir pantai yang halus. Nero sampai jumpalitan dan ekornya bergerak-gerak riang.
Tak mudah bagi seekor kucing untuk menuju ke pantai sendirian. Mereka takut air. Selain itu bisa jadi mereka dicurigai hendak melakukan hal-hal yang bisa membuat pasir pantai menjadi tercemar.
Nero aman bersamaku. Kalau anjing boleh bermain di pantai, mengapa kucing tidak?!
Puas bermain pasir, kami berdua duduk-duduk santai di atas tikar yang kusewa. Nero yang kelelahan berjalan dan bermain air, langsung bersemangat ketika aku membuka bekal makanan untuknya. Rupanya ia menahan rasa laparnya. Kusiapkan wadah, lalu kutuangkan air untuknya.
Nero dengan tabah mengikutiku menuju pantai. Beberapa kali aku terpaksa menggendongnya ketika melihat ia takut menyeberang atau berpapasan dengan sejumlah besar manusia.
Ini pengalaman pertamaku bertualang bersama kucing. Rasanya menyenangkan karena aku memiliki teman perjalanan. Biasanya aku selalu sendirian.
Pantai ini tergolong sepi. Aku menyukainya. Pasirnya masih bersih dan tak ada sampah berserakan. Pengunjung yang terdiri dari ibu, ayah, dan beberapa anak kecil lebih memilih bermain air, agak jauh dari posisiku.
Tak lama Nero sudah pulas. Ia kecapekan. Ini pasti pengalaman pertamanya jauh dari rumah. Aku membuka tasku lalu mengeluarkan pisang dan buku. Angin sepoi-sepoi membuatku terlena dan aku terlelap beberapa saat.
Untunglah tak ada barangku yang hilang. Mungkin karena ada nenek yang menyewakan tikar mengawasi tempat ini.
Aku menggeliat dan kembali meneruskan bacaan. Di sini aku bisa leluasa membaca tanpa gangguan.
Si nenek membuka obrolan. Ia memuji kucingku yang bersih dan manis. Ia kemudian menawariku semangka. Eh semangka? Kenapa bukan air kelapa? Pikirku. Tapi aku menerimanya, dua iris semangka merah dan berair banyak.
Rencananya semangka itu untukku semua. Tapi Nero yang terbangun, penasaran. Kuberikan ia bongkahan kecil daging semangka. Eh ia menghabiskannya dengan mata membesar keenakan. Aku pernah membaca semangka aman bagi kucing, tapi aku baru melihat Nero yang kegirangan menyantap semangka.
Kami seharian bermalasan, membaca buku, dan menyantap semangka. Hingga tiba waktunya pulang.
Ayo Nero, kita berjalan menuju matahari. Liburan telah usai.
