Cindil Marah

Cindil MarahMata Cindil nampak tajam dan sudut matanya naik. Mulutnya tertutup dan ujung bibirnya menurun. Kupingnya tegak ke atas. Kucing-kucing lainnya langsung menghentikan aktivitasnya. Diam-diam mereka menyingkir dan pura-pura tiduran. Kucing-kucing yang masih muda, kuping dan ekornya menunduk lemas. Mereka tahu sesuatu…

Ya…. Cindil sedang marah.

Hari itu kucing-kucing memang nakal-nakalnya. Lantai rumah kotor oleh bekas makanan. Ada kucing yang menyeret makanan yang ada di wadah ke lantai. Ada bekas tapak kucing dengan warna abu-abu. Kucing yang baru membuang hajat di wadah pasir, tak membersihkan kakinya dulu. Belum lagi ada sobekan kardus di mana-mana. Kucing-kucing begitu senang ada mainan kardus baru.

Intinya rumah sangat berantakan. Ini bikin Cindil siap mengamuk.

Cindil adalah kucing paling senior di rumah. Saat ini usianya sudah lima tahun. Ia adalah ratu di rumah saat ini sepeninggal Nero dan si Mungil.

Kucing-kucing tahu jika Cindil marah itu berarti si manusia juga bakal lebih marah. Tapi mereka tak bisa apa-apa. Mereka tak bisa menyapu dan mengepel.

Wah lebih baik pura-pura tidur deh atau sembunyi di bawah sofa sambil menunggu kemarahan Cindil mereda.

~ oleh dewipuspasari pada Desember 12, 2024.

Tinggalkan komentar