Jelang Tengah Malam

Malam makin larut. Aku sudah mulai mengantuk. Sebelum tidur, ada keinginan untuk mendengarkan album “Badai Pasti Berlalu”. Kucari album ini, versi yang dulu. Lagu pertama yang dibawakan Chrisye langsung membuatku melamun.

Selama ini aku tahu dua lagu untuk film “Badai Pasti Berlalu”. Yang pertama lagu yang judulnya sama dengan filmnya. Dan yang kedua adalah lagu “Matahari”. Kedua lagu ini dibawakan Berlian Hutauruk. Aku salah, ada banyak lagu dalam album ini. Dan, salah satu penyanyinya adalah Chrisye.

Ooh makanya ada versi aransemen baru album ini yang dibawakan Chrisye. Ini jadi masuk akal.

Lagu pertama tak kukira adalah “Pelangi”. Ooh lagu ini rupanya lagu lawas tahun 1977. Benakku langsung melalang buana. Dulu aku kawan-kawan paduan suara mahasiswa pernah berlatih menyanyi lagu ini dan membawakannya di sebuah acara.

Jaman sudah berubah. Masa-masa bernyanyi berkelompok itu sudah lama sekali. Dan album ini sudah hampir setengah abad.

Rasa kantuk makin menggelanyut. Sebentar lagi kantukku akan menguasai diriku.

Entah kenapa aku kemudian memikirkan kue pancong. Kue pancong modern yang adonannya berbeda dengan kue pancong pada umumnya yang terbuat dari tepung beras dan kelapa. Dua-duanya enak sih, malah yang asli jarang ditemui kini.

Aku jadi ingin menyantap kue pancong dengan taburan misis cokelat ataupun keju. Kue pancong hangat yang dipanggang di atas mentega hingga kecokelatan sehingga rasa gurih dan manisnya pas.

Sementara rasa kantukku makin hebat. Ooh biarkan kue pancong kubeli besok saja.

Rupanya lagu-lagu lawas membuatku cepat mengantuk kali ini. Kalau aku terlelap apakah mimpiku melompat ke masa silam, masa-masa sederhana ketika hiburan berupa buku atau bermain bersama kawan.

Itu tidak buruk. Kini biarkan aku tidur.

~ oleh dewipuspasari pada Mei 27, 2026.

Tinggalkan komentar