Harga Pakan Kucing Makin Mahal, Balik Ke Nasi Ikan?

Aku menghitung stok makanan kucing di rumah. Masih ada beberapa kaleng dan makanan kering. Kupantau harga makanan kucing di platform belanja. Oh harganya terus merangkak, meski harga minyak dunia mulai kembali normal.
Pos pengeluaranku untuk pemeliharaan kucing cukup besar. Sebenarnya wajar sih karena kucingku banyak. Belum lagi kucing liar yang lapar dan mengamen minta makan.
Sudah beberapa bulan ini aku mengurangi pembelian makanan kemasan, lalu menggantinya dengan ayam atau ikan. Bila ada acara malam, aku pun singgah ke pedagang Kramat Jati, memborong agak banyak ikan pindang alias ikan cue.
Kadang-kadang aku juga membeli ayam di sana. Jika tidak sempat, aku membelinya di sekitar rumah atau memesan secara daring.
Tidak semua kucing doyan ayam rebus atau ayam goreng. Juga tak semua kucing suka ikan. Naura si Bintang Kecil, misalnya. Ia tak suka makanan kaleng, maunya ikan atau ayam. Jadi dia adalah prioritas mendapatkan makanan segar.
Sayangnya kucing masih manja. Mereka tak begitu doyan jika ikan dicampur dengan nasi. Padahal maksudku sih untuk menghemat. Biar mereka cepat kenyang. Tapi aku tak menyerah, aku buat nasi campur ikan. Biasanya ada saja yang makan.
Harga makanan kucing makin mahal. Aku harus cerdik-cerdik cari cara untuk berhemat, tanpa mengesampingkan gizi para kucing. Jika bikin ayam atau ikan rebus maka mereka dapat bonus kaldunya yang menyehatkan. Mereka suka.
Bila aku beli ikan segar atau ayam segar, maka aku dapat bonus air bekas mencuci ayam atau ikan tersebut. Kusiramkan ke tanaman buat tambahan nutrisi. Buat tanaman berbunga cara ini cukup manjur mempercepat tumbuhnya bunga.
Ya ya ya, harga makanan si meong makin mahal. Pus pus jangan manja ya, yuk makan nasi ikan. Nanti bonusnya makan fancy feast kesukaan bersama. Tapi jangan sering-sering ya minta bonusnya.
