Kucing Sam Menangis Badannya Kena Oli

Kucing Sam hari ini bikin heboh. Ia melolong. Kupikir kucing siapa kok meong-meong.


Ternyata Samsudin yang menangis di teras. Penampilannya sungguh menyedihkan. Kotor bulunya nampak lengket dan kehitaman Kupikir ia terluka. Kuperiksa tubuhnya. Oh bau oli dan bensin, gawat.

Aku langsung menggendong Sam ke kamar mandi. Duh sampo kucingnya lupa lagi. Aku keluar lagi sambil menggendong Sam, kuatir ia pergi.

Pintu kamar mandi kukunci. Untungnya bak penuh air. Awalnya ingin kuceburkan dalam bak saja, tapi melihat bau oli sungguh tajam, akhirnya aku memilih menggunakan gayung air

Kusiramkan air ke badan. Lalu sampo kucampur dengan sedikit air dan kubalurkan ke badannya. Kugosok-gosok sampo ke seluruh bulunya. Sam mulai gelisah.

Duh aku tak siap air hangat ataupun handuk. Sam harus segera bersih dengan cepat, biar dia tak kedinginan ataupun mengamuk.

Aku gosok badannya dengan agak cepat dan hati-hati. Lalu kubilas berulang kali, agar busa sampo hilang. Wajahnya juga kubersihkan saksama.

Ketika akhirnya aku yakin ia cukup bersih dan tak ada busa melekat, kuambil handukku. Sam pun tergulung di handuk. Lucu dan imut. Mau gemas tapi itu handukku huuhuuh.

Badan Sam kukeringkan dengan handuk dan tisu. Dia nampak manis dan imut. Sam nakalnya kamu. Kena oli di mana sih dirimu.

Ada-ada saja si Sam. Tapi gara-gara ini aku jadi merenung, aku sudah lama tak memandikan para kucing, sudah lama sekali ya.

Dulu mereka suka kumandikan di wastafel bergantian. Benar-benar perang cakar dan tendangan, tapi setelahnya para kucing seperti dayang-dayang kecil surga. Mereka bersih dan bulunya jadi tidak lepek, ada yang ekornya jadi mekar, cantiknya.

Ketika sudah kering, Sam mendekat lagi. Kuciun aroma tubuhnya lagi. Duh masih samar bau oli. Sam, mau mandi lagi?

~ oleh dewipuspasari pada Mei 29, 2026.

Tinggalkan komentar