Alam

Udara menangkap keresahan manusia
Suara-suara bernada kemarahan
hadir silih berganti dengan kekuatiran
juga tangisan dan duka yang tertahan oleh senyum yang samar

Keresahan itu makin pekat
Seperti asap yang menyesakkan
Tangisan itu lambat laun tak lagi keluar air mata
Mengering seperti sungai yang kekeringan

Alam telah coba dibinasakan
tanpa nurani terhadap makhluk penghuninya
Sejumlah alasan dikemukakan
Cuaca, fenomena alam jadi kambing hitamnya

Tapi kebenaran seperti air yang bisa merembes keluar
Meskipun lambat, kebenaran akan datang
Sayangnya negeri ini takut akan kebenaran
Kebenaran kerap dituduh sebaliknya

Malam ini udara pekat oleh beragam emosi
Bukan hanya emosi manusia, tapi juga penghuni lain
Satwa dan flora juga bisa takut, marah, dan sedih
Ketika segala emosi ini memuncak, entah apa yang terjadi

Malam ini dan malam sebelumnya terasa kelam
Lebih sepi, seperti pupusnya asa
Aku hanya berdoa agar alam cepat pulih sediakala
dan emosi pekat itu mencair oleh tanggung jawab dan perhatian

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 24, 2026.

Tinggalkan komentar