Donat-donat Cantik dan Nikmat, Awas Kebanyakan

Aku kehilangan penjual donat murah meriah. Apakah penjualnya pindah ya? Sudah beberapa minggu ini aku tak menjumpainya. Tapi, aku mendapat ganti donat lainnya. Tampilan donatnya cantik, rasanya nikmat, dan harganya relatif tidak mahal.
Penjualnya bernama Salsa. Ia masih belia. Beberapa kali aku tak beruntung mendapat donatnya. Rupanya ia tak jual tiap hari. Durasi penjualannya pun pendek karena laris-manis.
Wajar sih laris. Enak dan tidak mahal.
Favoritku adalah donat dengan taburan almond. Tapi aku juga berani mencoba varian lainnya seperti matcha dan karamel.
Meski enak aku tak membelinya tiap hari. Gawat, nanti aku gendutan dan kebanyakan gula. Aku beli beberapa dan kusimpan dalam kulkas. Jika aktivitas sedang padat dan melelahkan, baru kusantap sebagai hadiah buatku sendiri. Ini sungguh menyenangkan.

Aku juga kadang membelinya untuk dibagikan ke pak satpam dan petugas sampah. Mereka perlu suntikan tenaga, siapa tahu mereka belum sarapan.
Suatu ketika aku memesan donat dalam jumlah agak banyak untuk acara komunitas. Ketika si penjual menanyakan rasanya, kubilang bebas, terserah saja. Dan rupanya ia begitu berdedikasi dan membuat beragam varian membuatku takjub sekaligus kebingungan. Wah aku tadinya bermaksud mempermudahnya, eh ternyata malah mempersulitnya.
Tapi dari aneka varian itu aku bisa melihat ia begitu kreatif. Salut deh.
Cuma donat dengan lapisan warna biru di atasnya itu apa ya? Duh jangan-jangan rasa mint atau rasa permen karet? Eh ternyata rasa blueberry.
Aku memilih varian almond dan tiramisu yang paling aman hahaha. Kapan-kapan deh eksplorasi rasa. Aku sudah berani makan varian red velvet dan matcha, tapi donat ungu apalagi biru, rasanya masih janggal.
Yang membuatku juga kagum dengan penjual donat, ia selalu diantar dan ditemani kakeknya. Dagangan mereka ada beberapa wadah yang masing-masing berisi 10 donat, sehingga memang perlu bantuan membawanya. Ia juga membawa meja sendiri rupanya. Kakeknya membantunya menata dagangan dan menemaninya.
“Aku ini anak kakek”, ujarnya sambil tertawa. Aku ikut tertawa. Rupanya ia tinggal dan dibesarkan oleh kakeknya karena ia dan orang tuanya berjauhan. Semoga dagangannya makin laris ya. Tapi kalau pindah ke toko lebih besar, beritahu ya.

