Jadi Anak Mimi atau Mumu?

Bayi kucing tiga mingguan yang tersesat di gudang itu akhirnya kutemukan. Dengan susah payah kubongkar beberapa barang sehingga aku bisa mengambil si bayi kucing yang ada di sela-sela barang. Ooh merepotkan banget sih si induk kucing yang menyembunyikan anaknya di sana.

Aku tak paham akan niat si induk kucing bernama Mimi menaruh dua anaknya di gang sempit sebelah rumah yang kami jadikan gudang. Sempit, kotor, dan pengap.

Setelah ditaruh di sana anaknya dicuekkin lagi, tidak ditengok atau disusui. Huuh induknya si Mimi kok sadis gini. Atau, dia tak paham ya cara jadi induk karena ini kali pertamanya jadi induk.

Aku kesal sekali pada Mimi. Bayi kucingjya yang berwarna putih ini kotor sekali. Matanya belekan, tidak bisa membuka mata, hidungnya juga kotor oleh ingus. Ooh ia pasti susah melihat dan membaui makanan.

Setelah kutemukan, si bayi langsung kubersihkan wajahnya. Ia juga kuberikan makanan lembut, yang disantapnya dengan serakah. Oh ia pasti sangat kelaparan.

Ketika si bayi kucing bertemu Mumu, oleh Mumu ia langsung diajak menyusu ke dirinya. Ia baru saja jadi induk lima bayi kucing. Lagipula warna bulu Mumu dan si bayi kucing terlantar itu sama-sama putih.

Jadilah si bayi kucing anak persusuan si Mumu. Ia nampak paling bongsor sendiri. Ia tampaknya bingung, tapi kemudian cepat beradaptasi. Ia tidur pulas bersama saudara-saudara barunya.

~ oleh dewipuspasari pada September 28, 2026.

Tinggalkan komentar