Kue Kacang Hijau Dari Kue Kambing Hingga Gandasturi

“Ini gorengan apa ya?” Tanyaku sambil menunjukkan gorengan berbentuk bundar dengan kulit tipis keemasan. Oh itu gandasturi, kata orang kantor. Itulah perkenalanku kali pertama dengan gorengan yang rupanya berisi kacang ijo halus itu.
Ya, aku baru mengetahui dan mengenal kue kacang ijo ini setelah kerja di Jakarta. Gorengan ini memiliki kulit tipis dari tepung beras dengan isian yang padat akan kacang hijau yang telah dihaluskan. Kacang hujau di dalamnya manis, gurih, dan lembut dengan sebelumnya dimasak dalam santan dan gula.
Jika ada penjual gorengan ini aku suka beli. Biasanya ada di penjual pisang goreng kremes. Mereka suka mengikutsertakan kue ini. Harganya Rp2.500,- Enak dan bikin kenyang.
Di Malang juga ada gorengan dengan isian kacang ijo semacam ini. Cuma bentuknya seingatku bulat seperti panada. Namanya kue kambing. Waktu kecil aku pernah menyantapnya. Tapi sudah lama makanan ini jarang ditemukan.
Dengan adanya kue gandasturi, maka deretan kue-kue yang menggunakan bahan kacang ijo puj makin banyak. Yang paling mudah dijumpai adalah bubur kacang ijo. Di dalam angsle dan es campur juga kadang ada kacang ijo.
Di deretan kue kering ada kue satu, kue kacang ijo yang banyak ditemui di Blitar dan juga disebut kue khas Betawi. Kue ini seperti lumer di lidah. Enak.
Bakpia dan kacang ijo juga menggunakan isian kacang ijo. Kue tok alias kueku juga berisikan kacang ijo lumat yang sedap. Dulu juga ada tukang roti langganan kami yang isian rotinya kacang ijo.
Rupanya banyak juga ya kue berisikan kacang ijo. Kalau ada yang belum masuk, infokan ya. Kalau kalian sendiri paling suka yang mana?
