
Tebing yang terjal, licin, dan curam membuat Bronson harus berhati-hati berpijak. Karena kelelahan dan keseimbangannya goyah, ia sempat jatuh dan terseret arus sungai yang deras. Ketika akhirnya bisa sedikit bernafas lega dan merasa aman, ia mendengar suara dari makhluk yang ditakutinya. Makhluk yang buas dan tak segan-segan menghabisi korbannya itu tak jauh dari posisinya berdiri. Ia hanya bisa menjaga dirinya tetap diam tak bergerak tak bersuara, sementara degup jantungnya bergemuruh kencang. Sebagai prajurit yang ditempa kedisplinan dan kemampuan mengendalikan situasi, ia merasa gentar dengan alam liar dan kekuatan makhluk yang asing baginya ini. Horor ekologis dan ekosentrisme ini menjadi bagian yang menarik dicermati dari film Orang Ikan. Lanjutkan membaca ‘Horor Ekologis dan Anti Antroposentrisme dalam Orang Ikan’




