Bacaan Ringan Kaya Inspirasi

Ini rahasia yang saya simpan sejak kanak-kanak. Akibat perlakuan seorang anak berkaki lumpuh yang kerap menyakiti saya, muncul rasa benci terhadap orang cacat. Prasangka itu mengendap di alam bawah sadar hingga saya bertemu Sugeng. Seorang pemuda tamatan SMA yang kakinya diamputasi gara-gara kecelakaan motor.
Ia tidak lekas putus asa ketika kaki palsu satu-satunya rusak. Malah dengan gigih ia membuat sendiri kaki palsu. Kini banyak orang cacat yang terbantu dengan kaki palsunya yang nyaman dan murah. Bagi saya, pertemuan itu membersihkan trauma masa kanak. Hati saya jadi plong.Hidup jauh lebih ringan.
Kisah Sugeng ini mengawali curahan hati Andy F. Noya di bukunya yang bertajuk Andy’s Corner. Siapa yang tidak kenal sosok pria berambut kribo dan berkacamata itu?! Wajahnya yang setiap pekan mengisi layar kaca ini dikenal sebagai interogator yang membuat para bintang tamu sulit untuk mengelak dari sodokan pertanyannya yang tajam.
Sejak mengisi talk show ‘Kick Andy’, namanya memang melambung dan sosoknya dikenal masyarakat. Namun bukan popularitas belaka yang ia terima. Ada hal yang jauh lebih penting yang ingin ia bagikan ke masyarakat. Pengalaman batin selama ia memandu Kick Andy dan ketika ia membaca komentar yang masuk di situsnya, www.kickandy.com.
Di Kick Andy’s Effect, ia mengaku nyaris tidak percaya ketika membaca komentar Herry Candi, penonton Kick Andy di Makassar. Herry rela menempuh jarak 40 kilometer dengan sepeda motor setiap Kamis hanya untuk menonton acaranya. Pasalnya, di tempat tinggalnya, Kabupaten Barru-Sulsel, sinyal televisi tidak bisa ditangkap dengan baik.
Awalnya Andy menganggap kisah Herry berlebihan, namun setelah bertatap muka langsung dengannya, Andy baru bisa memahami alasannya. Herry merasa hidupnya berubah setelah tanpa sengaja menonton Kick Andy episode Suster Apung. Dengan keterbatasan pengetahuan dan peralatan, Suster Rabiah berkeliling dari pulau ke pulau di Lautan Flores selama 28 tahun hidupnya. Melihat kisah itu, Herry merasa malu pada dirinya yang selama ini suka mengeluh. Sejak itu ia tergerak membantu petani tambak udang di Pare-Pare, Sulsel, dengan pengetahuan yang ia terima selama bekerja di perusahaan pembibitan udang. Hasilnya? Bila dulunya si petani tambak hanya memperoleh Rp 300 ribu, kini setiap panen mereka bisa meraup Rp 15 juta.
Di kisahnya yang lain, ‘Buku’, Andy mengungkapkan rasa ‘dendamnya’ terhadap buku. Seperti pernyataan Irwan Dwi Kustanto, tunanetra yang tampil di episode Dengan hati Melihat Dunia, ‘’Buku begitu banyak di sekitar kami, tetapi kami tidak bisa membacanya’’. Walau kondisinya tidak seperti Irwan, ketika mahasiswa, ia merasa kesulitan untuk membaca buku-buku yang ada di sekelilingnya. Buku ibarat barang mewah. Jangankan untuk buku biasa, untuk buku wajib yang dipersyaratkan dosen pun tidak terbeli. Hampir setiap hari ia menyalin buku di perpustakaan Soemantri Brojonegoro di Kawasan Kuningan sampai tangan pegal.
Kini Andy merasa bahagia bisa membagi-bagikan buku di Kick Andy.apalagi jika buku itu jatuh ke tangan mereka yang betul-betul membutuhkan, mereka yang melihat begitu banyak buku di sekitarnya, tetapi tak sanggup memiliki.
Meski banyak menuturkan pengalamannya semasa memandu Kick Andy, buku ini bisa dibaca siapa saja, termasuk mereka yang tidak pernah menonton acara itu. Sebuah bacaan inspiratif dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Dan rupanya niat Andy untuk menularkan semangat mulai terwujud. Terbukti buku ini telah dicetak ulang beberapa kali sejak Agustus 2008. Bahkan buku kedua telah menghiasi rak-rak buku.
Detail Buku:
Judul Buku : Andy’s Corner
Penulis : Andy F Noya
Penerbit :PT Bentang Pustaka
Ilustrasi Isi : Gama Mahaendra
Tebal halaman : 148 halaman

o0o0o…jd pgn bl bukune mba
he he he.
lam knl y mba…
Hehe salam kenal juga
Bukunya ga mengecewakan kok