Benarkah Tragedi G-30-S PKI Ulah CIA

The Forgotten Massacre

Empatpuluh empat tahun silam, Indonesia mencatatkan salah satu rangkaian peristiwa sebagai salah satu sejarah terkelamnya. Pergolakan darah yang memerahkan bumi nusantara terjadi akibat prasangka. Lantas muncul keraguan dan ketidakpercayaan siapa teman dan manakah kawan? Siapa nyana peristiwa berkecamuk itu lahir dari tangan-tangan jahil orang-orang dari negara adikuasa?Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Gerakan 30 September PKI alias G-30S PKI itu tidak hanya menimbulkan trauma bagi bangsa Indonesia, namun juga warga asing yang secara kebetulan berada pada momen dan tempat yang salah. Seperti yang dialami Kasper, salah satu anak buah kapal Jessie berkewarganegaraan Denmark yang tengah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priuk.

Bagi Kasper, Indonesia salah satu negara yang favoritnya. Ia tidak sepongah negara-negara Eropa yang penduduknya selalu terlihat sibuk, melainkan negeri yang tenang dan penuh keramahan. Tanjung Priuk meski tidak seindah Padang, juga selalu membuatnya rindu seakan ada perasaan khusus yang membuatnya terhubung dengan kota ini.

Kasper mendesah, apakah jawabannya terletak pada Nadia, gadis blasteran Padang-Belanda, yang sehari-hari bekerja sebagai pramuwisma di London Bar?Mungkin ya, bisa jadi tidak. Tapi senyuman gadis itu selalu dinantikannya. Bahkan ia rela ketika suatu saat badannya remuk rendam setelah berkelahi dengan pengunjung dari Jerman Barat yang melecehkan Nadia.

Namun ketenangan itu terusik dengan munculnya kerusuhan lokal. Pemerintah mulai memberlakukan jam malam. Penduduk kemudian diributkan dengan adanya kudeta yang diluncurkan oleh partai komunis dengan dipimpin Untung dan DN Aidit. Sejumlah jenderal tewas mengenaskan. Lalu dilakukanlah operasi pembersihan besar-besaran terhadap penduduk yang menjadi anggota komunis ataupun memiliki anggota keluarga beraliran komunis. Tanpa adanya pengadilan, banyak warga tidak bersalah dipenggal ataupun terbunuh oleh senjata otomatis. Tumpukan mayat-mayat mengisi jalan-jalan menjadi pemandangan biasa seperti mimpi buruk.

Meski tidak terimbas langsung, Kasper menjadi salah satu saksi kekejaman pelaku sejarah. Ia dihantui dengan kecurigaan akan orang-orang di sekelilingnya, bahkan orang-orang terdekatnya tewas terbunuh.

Sementara dua petinggi Central IntelligenceAgency (CIA), Ed Rosen, Direktur CIA untuk Timur Jauh dan Jerry Spikes, agen CIA kawakan tengah asyik bermain catur, menggunakan pion-pionnya untuk meraih tujuan. Ini bukan kali pertama mereka bermain-main di Indonesia. Sayang misi pertama tahun 1958 gagal dengan tertembaknya salah satu agen mereka. Nah, untuk misi kali ini mereka telah mengatur strategi baik-baik. Tidak ada yang bakal menaruh curiga atau mengaitkan peristiwa ini dengan mereka. Benarkah demikian? Lantas bagaimana nasib Kasper dan hubungan romantisnya dengan Nadia?

Sejak zaman reformasi, berbagai buku tentang tragedi G-30-S PKI terbit dari berbagai sudut pandang. Bila dulunya masyarakat dicecoki bawa PKI sebagai dalang peristiwa, kini hal itu mulai dipertanyakan banyak pihak. Ungkapan sejarah dibuat untuk kepentingan kaum penguasa saat itu mungkin benar. Nah, ketika rezim penguasa itu tumbang, kebenaranlah yang akhirnya menguak. Namun, dengan beragam kisah dari berbagai sudut pandang, masyarakat sendirilah yang mengevaluasi manakah yang benar. Atau malah sebaliknya, kisah simpang siur itu malah membingungkan masyarakat?

Buku The Forgotten Massacre yang dikarang Peer Holm Jorgensen ini salah satu kisah fiksi yang berlatar belakang momen tersebut. Tergolong istimewa, karena kisah ini ditulis dari pengalaman warga non pribumi. Ini bukan sekedar rekaan, karena Jorgensen menulisnya berdasarkan pengalaman ia sendiri ketika berlabuh ke Jakarta pada tahun 1965. Ia juga menggunakan banyak informasi yang ia temukan ketika menulis May God Save America tentang situasi politik di Indonesia. Selebihnya ini bukan buku hitam putih, tentang mana yang benar dan mana yang salah. Seperti yang ditulisnya di halaman penutup, ia menulis kisah ini untuk menekankan imbas dari sebuah bangsa dan rakyat ketika sebuah negara adikuasa bermain Russian roulette dengan negara lain.

 

Detail Buku :

Judul Buku       : The Forgotten Massacre

Penulis              : Peer Holm Jorgensen

Penerbit            : Mizan

Tahun Terbit     : 2009

~ oleh dewipuspasari pada September 23, 2009.

Tinggalkan komentar