Pesona Jembatan Tidung

Bila Surabaya punya Jembatan Suramadu dan Palembang miliki Jembatan Ampera, Pulau Tidung juga punya jembatan yang tak kalah cantik. Jembatan penghubung Tidung Besar dan Tidung Kecil inilah obyek favorit para Tidunger, wisatawan Pulau Tidung. Berlama-lama di jembatan ini tidak membosankan. Langit dan awan berarak yang membungkusnya turut mempercantik suasana.

Di sini selain duduk-duduk santai di pinggir jembatan, bisa berenang di kanan kiri jembatan. Namun, meski terlihat jernih perenang harus berhati-hati dengan bulu babi yang suka menyengat. Atau bila berenang terlalu riskan bisa berperahu menuju tempat penangkaran ikan. Membutuhkan waktu tiga jam dari Pelabuhan Muara Angke menuju salah satu pulau gugusan Kepulauan Seribu ini.

Pemberangkatan dan kepulangan dari Tidung hanya sekali sehari, sekitar pukul 07.00-07.15. Tidak heran bila perahunya kerap sarat penumpang. Terlambat berarti menunda kepergian.

Selain berjalan-jalan atau bersepeda ke jembatan, jangan lewatkan bersnorkelling di Tidung Kecil atau keliling pulau seperti Pulau Karang Beras, Pulau Air dan Pulau Payung. Di antara empat pulau itu hanya Pulau Payung yang berpenghuni. Sedangkan di Tidung Kecil ada pos pengawasan yang dihuni hingga petang. Di situ ada kucing gendut lucu yang menggemaskan. Ia jinak dan senang jika ada yang bertandang ke pulau itu.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 5, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: