Empal Gentong Khas Cirebon

Singgah ke suatu daerah akan rugi jika tidak berkenalan dengan budayanya. Ya, minimal makanan khasnya. Empal gentong, misalnya. Makanan ini menjadi salah satu menu selain sega jamblang yang wajib dicobai saat menyambangi kota Cirebon.Saya sangat penasaran. Gentong sepengetahuan saya adalah semacam tempayan sebagai wadah air. Jadi empal gentong adalah daging goreng yang ditaruh dalam gentong.  Ternyata bayangan saya berbeda dengan realita. Empal gentong seperti gule,  lengkap dengan santannya. Cuma, rasanya tidak sepekat gule pada umumnya. Sedangkan asem-asem seperti sup iga, dengan citarasa kuah yang agak asam. Segar dinikmati untuk makan siang.

Sore hari setelah puas berkeliling keraton, saya mencari oleh-oleh. Ke Cirebon tidak lengkap tanpa rengginang. Di sini rengginangnya beragam mulai dari yang konvensional yaitu lingkaran berdiameter 6-8 cm hingga berbentuk bola dengan rasa original dan rasa keju. Kudapan ini mudah dijumpai di pasar. Ada juga manisan buah dan aneka terasi.

Petang menjelang malam  sega jamblang menjadi pilihan, Nasi yang ditaruh dalam daun dengan beragam pilihan seperti cumi goreng, ayam, sate, ikan, tempe dan sebagainya. Saya memilih cumi goreng yang masih bertinta. Sedap banget hingga saya menambah nasi dua kali. Saya pulang dengan perut kenyang.

~ oleh dewipuspasari pada Juni 8, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: