Para Pekerja Semangat #2: Lengkingan Tukang Sate itu Semakin Sunyi

IMG_0153

Setelah matahari terbenam, telingaku terbiasa mendengarkan lengkingan seorang tukang sate yang menawarkan dagangannya. “Te….sate..Penjualnya adalah pria berusia sekitar 25-35 tahun. Ia memanggul dagangannya sambil berjalan kaki, menawarkan dagangannya ke rumah-rumah, hingga berkilo-kilo meter. Namun, semenjak musim hujan yang sulit diprediksi, kenaikan harga bawang, juga kenaikan harga bahan baku lainnya, lengkingannya yang khas semakin jarang terdengar. Dan kini (6/5) sudah hampir dua minggu lengkingan itu semakin sunyi. Kemana tukang sate itu?

Sudah lebih dari setahun aku pindah ke wilayah kopasus alias di Cijantung. Gang rumahku ini setahun lalu masih marak dilalui penjual keliling, mulai dari tukang sate, abang tukang bakso, nasi goreng, sekoteng, bakpao, bubur, hingga penjual gorengan. Suara mereka yang khas dalam menawarkan dagangan pun silih berganti. Jika kuhitung ada lebih dari tiga penjual nasi goreng, dua penjaja sekoteng, satu gerobak bakpao, dan ada sekitar empat orang penjaja sate, belum lagi tukang siomai, roti, es krim, dan masih banyak lagi.

Namun, sejak hujan deras melanda Jakarta awal Januari lalu, penjaja keliling itu semakin sepi dan semakin menurun kuantitasnya. Aku bertanya-tanya, apakah mereka kesulitan berjualan karena hujan. Kini, ketika musim hujan mulai berlalu, penjaja sate pun tidak ada satupun yang terlihat. Ada satu yang memiliki lengkingan khas. Tapi, sudah dua minggu batang hidungnya tidak kelihatan. Penjaja gorengan pun raib sama sekali. Sedangkan penjaja nasi goreng tinggal 1-2 orang. Jangan-jangan mereka tidak punya modal untuk melanjutkan usaha? Aku jadi sedih. Semoga abang-abang penjual tersebut kembali berjualan atau naik kelas memiliki warung/depot. Atau, memiliki mata pencaharian yang lebih baik lagi..amiin.

~ oleh dewipuspasari pada Mei 6, 2013.

2 Tanggapan to “Para Pekerja Semangat #2: Lengkingan Tukang Sate itu Semakin Sunyi”

  1. Semoga mereka mendapatkan mata pencaharian yang lebih baik ya Pus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: