Emak Nonton Konser Rock?! Siapa Takut

Camera 360

Dulu saya menyangka hobi saya mendengarkan musik rock dan menonton konser secara live akan pudar seiring dengan usia dan pergantian status. Namun, rupanya prediksi saya meleset. Bukannya pupus, hobi mendengarkan musik rock makin menjadi, terbukti dengan semakin banyaknya koleksi mp3 dan CD saya. Nonton konser pun tidak terbendung dengan usia saya  yang telah memasuki usia kepala tiga. Senyampang belum ada larangan bagi para emak untuk nonton konser rock, siapa takut nonton konser rock.
Saya memang pecinta musikrock. Genre musik ini seolah telah ada dalam DNA saya sejak saya masih bayi, sehingga saya tak kesulitan mendengarkan musik rock dari yang terhitung kalem hingga yang sebising-bisingnya dengan lirik yang tak jelas.

Sepanjang usia saya, menurut saya dekade terbaik dalam kehidupanmusikrock yang naik turun adalah dekade 90-an. Kehausan saya akan lagu-lagu berkualitas dari musisi rock sangat terpuaskan. Pada dekade ini karier para jagoan metal dan rock sangat bersinar, di antaranya Metallica, Bon Jovi, Soundgarden, Helloween, Nirvana, Pearl Jam, Ugly Kid Joe, Van Halen, serta para pengusung rock alternatif seperti Ash, Blur, Saigon Kick, Live, Radiohead, The Cranberries, Off Spring, dan Bush.

rock7

Tidak mau kalah dengan musisi asing, rocker Indonesia juga mendapat posisi terhormat pada masa-masa tersebut. Sebut saja Boomerang, Plastik, Edane, Dewa,  Gigi, Pas Band, /Rif, Slank, Netral, dan masih banyak lagi.

Festival-festival band yang kerap digelar di kota Malang pun dihiasi oleh band-band yang mengusung musik cadas, seperti Dream Theater, Steelheart, Metallica, dan  Helloween. Saya senang sekali menonton festival-festival band tersebut beramai-ramai dengan teman-teman sekolah. Sepulang sekolah, terutama hari Sabtu, kami beralih dari satu panggung ke panggung lain, dan mengomentari penampilan tiap band. Lagak kami seolah-olah dewa musik saja. Meski festival band rock terkesan sangar, tapi tidak pernah kami menjumpai kerusuhan. Paling sekedar headbanging atau joget yang saling bertabrakan ala anak grunge. Jika itu terjadi, kami pun kontan merepet ke tepi, agar tidak terganggu.

Camera 360Lepas dari dunia remaja menuju bangku kuliah, musik rock seolah-olah menyingkir membiarkan musik soul dan RnB berkuasa. Panggung musik cadas hanya dikuasai jagoan hip metal dan rock modern, seperti Korn, Linkin’ Park, Slipknot, I’ll Nino, The Calling,  Foo Fighter, dan Blink 182. Jumlah rocker lokal juga menurun, hanya ada tambahan pemain seperti Jelly, Jamrud, Dal Segno, Evo, Saint Loco, dan Peter Pan. Beberapa di antaranya juga tidak bertahan lama. Dunia rock seperti mati suri.

Lagi-lagi anggapanku salah. Industri musik memang sedang tidak mengijinkan rocker menguasai blantika musik, namun musikrock tetap memiliki penggemar tersendiri. Terbukti dengan diselenggarakannya Soundrenaline yang sukses digelar di beberapa kota dengan mengundang para rocker lokal dan musisi asing. Ajang ini menurutku adalah wadah tontonan musik rock terbesar yang membuatku penasaran ingin menontonnya. Sejak dihelat kali pertama tahun 2001, namun baru tahun 2005 saya berhasil menontonnya. Saat itu saya baru lulus kuliah, dan acara nonton Soundrenaline ini merupakan salah satu hadiah kelulusan saya terbaik.  Bayangkan, saya bisa menonton langsung band rock papan atas mulai dari Slank, Saint Loco, dan dedengkotnya, Iwan Fals. Rasanya puas banget menonton acaranya, meski tidak seharian penuh.

Setelah keberhasilan saya menonton Soundrenaline, secara beruntun saya mendapatkan tiket gratis nonton konser rock. Hal ini sayang untuk disia-siakan. Konser Jamrud di Stadion olah raga di Surabaya menurut saya tidak terlupakan. Energi vokalisnya terasa tidak kunjung habis. Dan kekuatan suaranya memang patut diacungi jempol. Harus saya akui, Jamrud sangat apik bermain di atas panggung. Setelah menonton Jamrud, dan diajak menonton Dewa, Gigi, dan Padi, energinya serasa berbeda, lebih kendor. Dan ini saya rasakan juga ketika menonton konser Paul Gilbert, gitaris Mr Big yang tahun 2005-2006 mencoba tampil solo tapi kurang berhasil. Saya jadi menebak-nebak, energi para pemain turut mempengaruhi energi yang diterima oleh penonton. Dan, sewaktu saya dapat kesempatan menonton konser rocker Jerman, Kreator, saya merasa kecolongan. Rupanya ada dua band bernama Kreator, dan saya salah menonton Kreator yang mengusung musikala death metal. Busyet kuping rasanya terdistorsi, tapi di situlah telinga saya mulai berkenalan dengan musik underground dan death metal. Meski tidak menggandrungi jenis rock ini, telinga saya masih mampu menoleransinya. Ya, kurang dari lima lagu telinga saya masih kuat.
Camera 360
Setelah saya pindah ke Jakarta, kesempatan saya menonton aksi musisi besar semakin terbuka lebar. Tapi dengan mahalnya tiket konser, saya pun menyeleksi musisi yang hendak saya tonton. Dan pada masa itu, saya baru menyadari tatapan mata aneh dari teman-teman kerja yang mengetahui koleksi musik saya di mp3 player dan kebiasaan saya menonton konser rock. Mereka kerap menyangsikan dan menertawakan beberapa koleksi baru video youtube seperti Tiga Titik Hitam yang dibawakan apik oleh Burger Kill dan Fadly; The Bird and The Worm-nya The Used, dan lagu-lagu Avenged Sevenfold. “Lagu-lagu itu buat siapa si Pus?”
atau “Masak sudah kerja, kok lagunya masih lagu-lagu anak muda?”

Saya tidak ambil pusing dengan komentar negatif tentang hobi dan minat saya. Meski, agak sedih juga melihat beberapa gebetan mundur melihat minat saya yang menurutnya terlalu macho.

Setelah dua tahun absen, saya pun membeli tiket konser The Used. Waktu itu saya tergila-gila dengan lagunya yang bertajuk “Blue and Yellow”, “Hard to Say”, The Bird and The Worm”, dan masih banyak lagi. Jika biasanya saya masih punya teman untuk menonton konser, kali ini saya benar-benar sendirian. Tapi jangan bayangkan konser seperti Soundrenaline atau konser rock gratisan yang rawan, konser The Used di Senayan ini sangat tertib dan aman. Selain saya, nampak para penonton wanita yang juga nonton sendirian. Dan, nonton solo ini ternyata tak kalah mengasyikan. Tidak ada yang kenal sehingga membuat saya tidak malu-malu untuk ikut berteriak dan bernyanyi. Seru!

Konser berikutnya, Mr Big, di Java Rockin’land juga berlangsung aman. Mungkin karena berbayar maka penontonnya telah terseleksi dan bisa diatur. Kali ini saya beruntung, pacar saya bersedia menemani saya. Dan, saat itu saya berpikiran mungkin ia yang akan menjadi jodoh saya, dan ternyata benar. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika saya menonton Paul Gilbert sendirian, energi yang dibawakan oleh Mr Big secara komplet jelas lebih kuat. Maaf Paul, Anda tidak cocok bernyanyi, lebih keren tetap sebagai gitaris.

rock8Dua konser berikutnya, saya telah berstatus istri. Awalnya saya takut peran saya sebagai istri akan menghalangi saya dari hingar bingar musik rock. Dan ternyata tidak terbukti. Dua musisi rock idola saya, The Cranbberies dan Linkin’ Park berhasil saya cicipi aksi panggungnya. Dan ada rasa yang sulit saya utarakan ketika bertemu dengan idola yang biasa hanya saya perdengarkan dalam radio, tape, atau mp3 player. Beberapa hari setelah menonton konser mereka, saya tetap merasa seperti bermimpi. Apalagi, konser Linkin’ Park itu saya nikmati tanpa berbayar sama sekali. Benar-benar rizki dari Tuhan.

Dan seperti menemukan pasangan jiwa, jodoh saya adalah musik rock. Entah nanti saya telah beranak dua, atau memiliki cucu dan cicit, saya bakal tetap mencintai musik rock dan akan mendatangi konser rock musisi idola. Saya teringat ketika menonton Java Rockin’land 2013 lalu, ada pasangan suami istri yang membawa bayi yang masih dalam kereta dorong, atau ibu-ibu yang mengajak anaknya yang masih SD berjingkrak-jingkrak. Saya jadi ingin suatu saat mengenalkanmusik rock kepada anak, cucu, atau cicit saya. Nenek rocker sepertinya predikat yang menarik.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 25, 2013.

8 Tanggapan to “Emak Nonton Konser Rock?! Siapa Takut”

  1. wah ..Lady Rocker ya? salam 3 jari aja deh kalo gitu 🙂

  2. Trimakasih atas partisipasi sahabat dalam lomba menulis blog ‘Musik Yang Asyik’ . Juri visit nih, sukses yaaa. 🙂

  3. Terima kasih Adrian sudah maen ke blog ini.

  4. waaah…sesama emak-emak rocker memang harus saling kenal :D…thanks untuk tulisannya…main-main yaaa ke http://indahnnuria.blogspot.com/ …cheers…

  5. Terima kasih Raf sudah berkunjung ke blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: