Kidung Alam: Simponi Suguhan Alam

pantai-alamPernahkah teman menyaksikan langit dari gulita menjadi memerah? Saya jarang menyaksikannya di Jakarta karena pemandangan sering tertutup oleh bangunan rumah. Namun, ketika berlibur, terutama di kawasan pantai, saya sayang melewatkannya. Bukan hanya perubahan warna langit yang menggugah, namun juga latar belakang musik yang mengiringinya. Desiran angin sepoi-sepoi, debur ombak, dan kicauan burung-burung laut membentuk simponi yang agung. Kidung alam yang indah untuk menentramkan rasa.

pantai-fajar

Dulu ketika saya masih tinggal di Surabaya, saya sering menanti-nanti pagi untuk aktivitas berlari di sebuah perumahan elit. Jam lima kurang waktu itu di Surabaya masih gelap, tapi beberapa menit kemudian langit mulai berwarna.

pantai-burung

Saya sengaja menuju ke sana ketika langit masih gelap dan hanya diterangi lampu jalanan. Adanya selokan air jernih berukuran besar yang membelah perumahan tersebut membiaskan cahaya lampu menjadikan suasana menjadi dramastis. Tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan momen ketika burung-burung mulai berkicau, air bergemericik, dan angin menderu lembut untuk menyambut pagi. Sangat indah. Saya terkadang masih suka membayangkan suasana dan perasaan saya waktu itu ketika masih aktif berlari di lingkungan perumahan itu. Dan saya tidak memerlukan walkman atau mp3 player untuk menemani berlari, karena kidung alam telah mempersembahkan simponi yang indah.

Kini saya kembali merasa bersyukur karena sekarang tinggal di lingkungan yang masih banyak pepohonan. Pohon-pohon itu mengundang burung-burung kecil untuk singgah sehingga saya tak pernah kekurangan musik alam. Saya pernah mendengar musik alami seperti kicau burung, deru angin, debur ombak, suara kodok, dan gemericik air, dapat membantu menenangkan perasaan dan membantu untuk tidur. Terapi musik alami. Dan ini pernah saya rasakan manfaatnya ketika masih duduk di bangku sekolah. Suara kodok di kolam rumah membuat saya merasa nyaman dan tidak sendiri, sehingga saya mudah terlelap.

Saya tidak tahu apakah ada penelitian tentang kidung alam dan pengaruhnya terhadap manusia. Namun, saya melihat ada website yang menyediakan musik alam artifisial untuk membantu meringankan stress. Ada beberapa pilihan suara, debur ombak, deru angin, gemeretak kayu saat dibakar, suara jangkrik, dan kicau burung. Musik itu dapat diatur intensitasnya, juga dapat dikombinasikan, seperti kombinasi suara angin dengan kicauan burung. Saya beberapa kali mencobanya, dan konsentrasi saya cukup stabil selama saya mendengarkanmusik tersebut. Saya juga merasa tenang dan seolah-olah berada di rumah pedesaan. Di beberapa spa juga memutar lagu bernuansa alam untuk membuat pelanggannya merasa rileks.

Terima kasih alam, Kalian telah memberikan simponi yang indah.

pantai-senja

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 26, 2013.

6 Tanggapan to “Kidung Alam: Simponi Suguhan Alam”

  1. Selamat pagi sahabat, trimakasih sudah berpartisipasi di dalam lomba menulis blog “Musik Yang Asyik”, ya. Sukses selalu untukmu dan kita semua. ☺
    Saleum

  2. Bagus ceritanya, Pus.

  3. Kunjungan perdana,lam kenal aja.sungguh indah.. Nice artikel n picture.. Sukses untuk blognya.. Jangan lupa mampir yah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: