Gara-gara Metallica: Jatuh Cinta dengan Musik Cadas

metallica-metallica-black

Sebenarnya kurang tepat sih judulnya, karena sebelum Metallica ada band-band seperti Deep Purple dan Scorpion yang saya kenal. Tapi lagu-lagu band tersebut yang saya kenal cenderung slow atau rock klasik, seperti Soldier of Fortune yang sering disetel ayah dan Wind of Change. Oh ya jangan lupa juga ada Search dan Ucamp hehehe. Dua lagu Metallica yang kalau itu sering diputer di radio adalah Enter Sandman dan The Unforgiven.Begitu hebatnya album Black milik Metallica, sehingga rasanya hampir setiap saat radio-radio di Malang memutar lagu Metallica.
Exit light
Enter night
Take my hand Off
to never never land

Walaupun saya dulu tidak tahu liriknya dan apa maksud lagu tersebut, saya  ikut-ikutan teriak. Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 4 menuju kelas  5. Jika ada intro lagu itu di radio, langsung saya keraskan volumenya.

Rupanya lagu itu juga disukai kedua kakak saya. Akhirnya kami bertiga patungan  membeli kaset Black Metallica. Dengan gembira kami menuju toko kaset. Saat itu  harga kaset Rp 8 ribu cukup besar bagi kami. Sehingga kaset ini seolah menjadi  barang berharga kami bertiga. Sialnya, barang yang kami beli salah total. Bukannya suara merdu nan gahar  James Hetfield yang kami dengar, melainkan suara seperti para monster  bernyanyi. Waduhhh!!!

Yaah kami tidak teliti. Kaset yang kami beli bukan Metallica, melainkan a  Tribute to Metallica. Yaaah salah deh. Lagu-lagunya sih sama, tapi bandnya
beda. Suara para monster itu milik band bernama Die Krupps. Duh padahal cover  kasetnya saja sudah beda. Milik Die Krupps berwarna biru tua dengan gambar ular  di sebelah kanan, sedangkan punya Metallica seperti nama albumnya, berwarna  hitam pekat, dengan gambar ular samar-samar. Band industrial-heavy metal ini  rupanya band asal Jerman. Musiknya sangat hingar-bingar dan lebih sulit  dinikmati.

die krupps

Waktu itu rasanya lucu banget mengingat ekspresi kami bertiga. Dengan semangat  mas Ari menyetel kaset itu dengan suara cukup keras, dan yang terdengar malah suara kasar Die Krupps. Kami bengong. Kakak pertama langsung mengecek tape, apakah tape kami rusak atau pita kasetnya rusak, dan ternyata kerusakan bukan pada kaset atau tape, melainkan musik dan suara band tersebut yang kacau balau.

Akhirnya kami, terutama kakak kedua, mengumpulkan dana kembali untuk membeli  album Black. Kali ini benar. Fuihh.  Setelah berhari-hari mendengarkan, ada  tiga lainnya yang menurutku terbaik dalam lagu ini, yakni Nothing Else Matters, The Unforgiven, dan My Friend of Misery. Kakak menambahkan lagu Sad but True.

Setelah lulus ujian album Black, saya dan kakak kedua aktif mendengarkan  Metallica. Dari majalah Hai yang terkadang kami beli, kami dapat wawasan cukup banyak tentang Metallica. Hai juga sempat menerbitkan Haiklip tentang Metallica  dan membahas Woodstock dimana Metallica mendapat kehormatan sebagai bintang tamu paling ditunggu pada Woodstock 1994 dan 1999.

Metallica Era Sebelum Black
Di antara empat punggawa Metallica, saya paling suka dengan gaya Lars Ulrich yang nyantai, tapi solo gitar Kirk Hammett dan petikan bas Jason Newsted juga layak diacungi jempol. Sedangkan vokal James Hetfield di versi kaset cukup keren, cuma kurang stabil saat live, kadang oke kadang kedodoran.

Di album Kill ‘Em_All, lagu yang beken cukup banyak di antaranya yaitu Hit The Lights, The Four Horsemen, Jump in The Fire, Whiplash, dan Seek & Destroy.  Kalau buatku, lagu Seek & Destroy cukup menarik. Di album berikutnya, Ride The Lightning, lagu-lagu yang asyik didengarkan adalah Fade to Black. Tidak terlalu gahar malah terkesan melankolik. Nah album bercover  makam atau Master of Puppets adalah kesukaan kakak saya. Pada album ini ada lagu  Master of Puppets yang sangat beken dan Welcome Home (Sanitarium). Terus  kapan “One’ nongol? One rilis pada album …And Justice for All yang juga  melambungkan lagu bertitel sama.  One ini liriknya begitu dalam dan merupakan lagu yang berhasil di-cover oleh band Korn. Bahkan, jauh lebih keren menurut saya.

I can’t remember anything can’t tell if this is true or dream
deep down inside I feel to scream this terrible silence stops me
now that the war is through with me I’m waking up,
I cannot see that there’s not much left of me nothing is real but pain now
hold my breath as I wish for death oh please God, wake me

Pasca Black
Pasca Black, hanya album Load yang saya lumayan suka. Setelah itu, Reload, St. Anger, Death Magnetic, dan Lulu tidak cocok dengan selera saya. Lagu pada Load yang seru yakni Until it Sleeps, Hero of The Day, dan Mama Said. Setelah basisnya berganti, saya tidak mengikuti lagi perkembangan musik Metallica.

Tentang konser di Jakarta kemarin saya agak menyesal juga tidak menontonnya. Band yang telah saya kenal 20 tahun lalu dan sekarang menjadi sebuah legenda.

Lagu-lagu Terkeren Metallica
1. One
2. Enter Sandman
3. The Unforgiven
4. Fade to Black
5. Nothing Else Matters
6. My Friend Of Misery
7. Seek & Destroy
8. Master of Puppets
9. Sad but True
10. Welcome Home
11. Hero of The Day
12. Mama Said.

Referensi Gambar:
blogs.sfweekly.com : cover album black Metallica
http://www.discogs.com/Die-Krupps-A-Tribute-To-Metallica/release/194936 : cover album Die Krupps

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 29, 2013.

4 Tanggapan to “Gara-gara Metallica: Jatuh Cinta dengan Musik Cadas”

  1. Waahhh, Suka sama James Hetfield juga yaa…

    • Hehehe dulu ngefans banget sama The Unforgiven dan Enter Sandman padahal baru SD sampai diputar-putar terus tuh kaset Black. Yang kocak itu sampai salah beli kaset..ternyata a tributte to Metallica hahaha.

  2. Ihhh ceritanya mirp2 ya mbak Dewi 🤗

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: