Sigur Ros: Berkelana ke Batas Mimpi dan Realita

takk-sigur ros

Sigur Ros, band asal Islandia ini, salah satu band yang mengusung musik unik. Banyak orang yang menyebut band ini beraliran shoegaze, ada juga yang menyebut musik ‘soul’, aliran meditatif, new age, dream pop, neo-psychedelia, wall of sound dan sebagainya. Tapi saya cukup menyebutnya band pengusung mimpi dan imaji. Pasalnya, musiknya membuat Anda seolah-olah melangkah menuju batas antara riil dan imaji, terkadang mengajak Anda menelusuri hati, bahkan ia juga mengajak Anda untuk berempati, merasakan emosi seseorang, makhluk hidup lain, atau menyerap emosi dan nuansa benda-benda mati di sekeliling Anda.

Band yang terdiri dari Jon Por Birgisson (vokal, gitar), Georg Holm (bas), dan Orri Pall Dyrason (drum) ini disebut salah satu band pengusung aliran shoegaze karena suara vokalisnya yang kurang jelas dan seolah melebur ke dalam musik. Selain itu, juga adanya efek-efek yang dihasilkan oleh gitar dan instrumen lain untuk menghasilkan ‘ambience‘ tertentu. Shoegaze sendiri disematkan oleh media sejak kemunculan band-band Inggris yang seolah-olah memiliki dunia sendiri dan jarang berinteraksi dengan penonton. Karena keasyikan sendiri dengan musiknya mereka memainkan musik dengan lebih banyak memandang ke bawah atau ke sepatu mereka. Hal ini juga disebabkan karena mereka banyak menggunakan pedal untuk menciptakan efek-efek khusus.

Bila ingin mendapat sensasi dan merasakan nuansa dari tiap lagu yang dibawakan oleh Sigur Ros, cobalah untuk memejamkan mata dan biarkan pikiranmu berkelana sesuai irama lagu.

Ada beberapa lagu yang sangat saya sukai dari Sigur Ros, terutama dari album Takk (Thanks in English) yang dirilis tahun 2005.

Njosnavelin
Njosnavelin atau The Nothing Song dalam bahasa Inggris. Lagu yang menjadi salah satu soundtrack Vanilla Sky-nya Tom Cruise ini membawa saya ke dunia hampa, dimana seseorang merasa putus asa. Dunia yang sunyi. Satu waktu serasa susah bernafas dan berikutnya Anda seolah-olah menyesali kesalahan dan dosa yang Anda lakukan. Tuts pada keyboard yang lincah kemudian membuyarkan semua itu seolah-olah memberikan sedikit penyemangat bahwa ada jalan keluar untuk segala kesulitan. Lagu yang benar-benar muram dan sendu.Jika Anda sedang sedih atau dirundung patah hati, lagu ini cocok untuk menemani meredakan suasana hati yang sedih.

Olsen olsen
Musiknya mengajak Anda memasuki dunia salju yang indah. Dimana sinar matahari menari-nari membentuk bayangan pelangi di tengah dunia es. Namun musim salju hampir lewat dan mulai mencair, bunga-bunga dan tanaman mulai tumbuh kembali. Ketika mendengar lagu ini Anda seolah-olah ingin menari dan suasana hati menjadi riang dan ringan, apalagi bagian perempat lagunya begitu gembira.

Glosoli (Glowing Sole)
Musik ini menjadi musik yang saya pilih untuk pernikahan saya. Musik musim semi, saya menyebutnya. Dimana para peri siap membawa ember untuk menaburkan bubuk kristal ke arah saya dan bunga-bunga membuka kuncupnya dan berayun-ayun perlahan membagikan keharumannya. Bagian klimaks lagunya juga menarik dengan adanya  terompet, membuat Anda ingin berlari untuk menyambut sesuatu yang indah di hadapan Anda.

Hoppipolla
Musik soundtrack gadis berhidung babi, Penelope, ini musiknya rancak dan gembira. Jadi jika tengah bersedih dan siap untuk tersenyum, cobalah mendengarkan lagu ini. Bibir Anda akan tertarik dan mulai ceria, serta siap melakukan sesuatu, seperti ber-hoppipolla, melompat ke dalam genangan air.

~ oleh dewipuspasari pada September 20, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: