Ketika Sisi Kelam Hugh Jackman Terusik
Saya bukan penggemar berat Hugh Jackman meski perannya di The Prestige dan Les Miserables saya acungi jempol. Dan pada penampilannya kali ini di Prisoners, Hugh Jackman kembali menampilkan performa aktingnya yang apik. Bukan sebagai jagoan seperti pada X-Men, melainkan sebagai seorang ayah yang depresi dan melakukan segala hal untuk menyelamatkan anaknya dari sekapan penculik.
Kisah Prisoners bermula ketika Keller Dover (Hugh Jackman) bersama istri dan kedua anaknya merayakan thanksgiving di rumah tetangganya. Sambil menunggu hidangan disajikan, anak-anak berjalan-jalan di luar. Di situ ada sebuah mobil RV yang diparkir dan kedua gadis kecil, Anna dan Joy Birch, asyik bermain-main di bagian belakang mobil tersebut sebelum diperingatkan oleh kedua kakaknya, Frans dan Eliza. Ketika mereka kembali bermain setelah makan malam, kedua gadis kecil tersebut telah lenyap, dan tidak berhasil ditemukan oleh kedua orang tua dan para polisi.
Kellen Dover yang mulai panik mendapatkan info dari anak laki-lakinya, Frans, sebelumnya ada mobil RV yang parkir di dekat rumah Birch. Ia pun lalu menginformasikan hal tersebut ke detektif Loki (Jake Gyllenhaal) yang kemudian menemukan mobil tersebut di sekitar pom bensin. Pengemudinya, Alex Jones (Paul Dano) lalu digelandang ke polisi dan diinterogasi. Sayangnya, interogasi sekian lama tersebut tidak membuahkan hasil. Alex nampak kebingungan dan tidak ada bukti apapun yang ditemui di mobilnya. Akhirnya Alex pun dibebaskan sembari Loki terus melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Berita pembebasan Alex membuat Kellen kebakaran jenggot. Ia yakin Alex memiliki keterkaitan terhadap penculikan anaknya. Takut nyawa anaknya semakin terancam, sisi kelamnya pun kemudian muncul ke permukaan dan mengambil alih tubuhnya.
Sebenarnya kisah-kisah penculikan anak sudah sekian kali dilayarlebarkan. Tokoh ayah yang depresi juga sudah sering ditonjolkan. Namun sutradara Denis Villeneuve berhasil membuat naskah film yang disusun oleh Aaron Guzikowski tidak membuat penonton bosan dengan durasi film yang cukup panjang, hampir tiga jam. Alur ceritanya sulit ditebak. Penonton terus dibiarkan menebak-nebak apakah Alex benar-benar si penculik seperti dugaan Kellen ataukah ada tokoh lain yang melakukan tindakan kriminal tersebut. Lantas apakah ada hubungan antara kasus penculikan anak duapuluh tahun silam dengan mayat yang ditemukan di ruang bawah tanah pendeta dan kasus penculikan Anna dan Joy?Ending-nya yang dibuat menggantung pun menurut saya pilihan yang tepat membuat nuansa psiko-thriller dalam film itu terasa dalam.
Pilihan para pemainnya juga tepat. Hugh Jackman tampil penuh emosi sebagai sosok ayah pelindung keluarga yang mengalami dilema antara mempertahankan sisi religiusnya dan melakukan apa saja untuk keselamatan putrinya. Penampilan prima Hugh Jackman diimbangi oleh Jake Gyllenhaal yang untuk kedua kalinya tampil apik sebagai polisi setelah film terdahulunya End of Watch juga banyak mendapat pujian. Jika Anda menyukai film-film aksi berbalut psiko-thriller menurut saya Prisoners merupakan pilihan yang tepat.




penasaran… pengen cari dipidinya aaahh.. Hihihi
Iya Dan bagus..aku malah nonton dua kali. Yang kedua lihat clue yang mengarah ke pelaku.